KNKT: Faktor Manusia Jadi Penyebab Utama Kecelakaan Transportasi 2025
📅 Kamis, 29 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: antara
Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat faktor manusia masih menjadi penyebab dominan dalam kecelakaan transportasi lintas moda yang diinvestigasi sepanjang 2025.
Seperti dikutip dari Antara, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan temuan tersebut terlihat konsisten pada kecelakaan jalan raya, pelayaran, hingga penerbangan, meski karakter risikonya berbeda di setiap moda.
“Dalam banyak kasus, faktor manusia masih menjadi kontribusi terbesar, baik terkait kelelahan, kelalaian, maupun ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan,” kata Soerjanto dalam acara "Media Rilis Capaian Kinerja KNKT 2025" di Jakarta, Rabu (28/1).
Pada moda lalu lintas dan angkutan jalan, KNKT menginvestigasi sembilan kecelakaan sepanjang 2025 dengan korban luka-luka sebanyak 69 orang.
KNKT mencatat kegagalan sistem pengereman atau yang dikenal di masyarakat sebagai 'rem blong', masih menjadi pola berulang pada kecelakaan kendaraan angkutan umum dan angkutan barang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Investigator Lalu Lintas dan Angkutan Jalan KNKT Dwi Bakti Permana menjelaskan bahwa banyak kecelakaan jalan melibatkan kendaraan dengan kondisi teknis yang tidak layak jalan.
“Kami menemukan kendaraan yang tidak memenuhi uji berkala, bahkan ada dokumen kelulusan uji yang keasliannya diragukan,” ujar Dwi.
Di sektor pelayaran, KNKT mencatat delapan investigasi kecelakaan sepanjang 2025, dengan mayoritas masuk kategori kecelakaan serius, termasuk kapal tenggelam dan terbakar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masalah kelebihan muatan kapal atau overdraft serta lemahnya pencatatan penumpang dalam daftar manifes masih menjadi temuan berulang dalam investigasi pelayaran.
Plt. Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Pelayaran Capt. Anggiat PTP Pandiangan mengatakan kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat kapal menghadapi cuaca buruk.
“Ketika muatan melebihi batas aman dan stabilitas kapal terganggu, risiko kecelakaan akan meningkat tajam,” tutur Anggiat.
Sementara itu, pada moda penerbangan, KNKT mencatat 19 investigasi pada 2025 yang terdiri atas sembilan kecelakaan dan 10 kejadian serius, dengan jenis kejadian terbanyak berupa pesawat keluar landasan atau runway excursion, yakni kondisi saat pesawat tidak mampu berhenti di landasan pacu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!