Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Tertekan, Eskalasi Ketegangan AS-Iran Picu Risk-Off

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 17:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Tertekan, Eskalasi Ketegangan AS-Iran Picu Risk-Off Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran cenderung memperburuk sentimen pasar keuangan global, yang berimbas negatif pada nilai tukar mata uang negara berkembang termasuk rupiah Indonesia.

Ketegangan geopolitik seperti potensi keterlibatan militer AS atau meningkatnya risiko konflik di Timur Tengah memicu kenaikan permintaan terhadap aset aman (safe-haven) seperti dolar AS, sehingga mendorong penguatan dolar terhadap mata uang lain.

Dalam situasi ini, investor global cenderung menarik modal dari aset berisiko dan melepas mata uang berdenominasi negara berkembang, sehingga rupiah mengalami tekanan dan cenderung melemah.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa (10/2), bergerak melemah 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.811 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.805 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi eskalasi ketegangan antara AS dengan Iran yang tetap tinggi.

"Departemen Perhubungan AS, melalui Administrasi Maritim, pada Senin (9/2) menyarankan kapal-kapal berbendera AS untuk tetap sejauh mungkin dari wilayah Iran saat melewati Selat Hormuz dan Teluk Oman.

Badan tersebut menyarankan kapal-kapal berbendera AS untuk tetap dekat dengan Oman selama penyeberangan, dengan alasan risiko diserbu oleh pasukan Iran," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Peringatan tersebut dinilai menimbulkan kekhawatiran atas ketegangan antara AS dan Iran, kendati kedua negara mencatat kemajuan selama pembicaraan akhir pekan baru-baru ini dan berjanji untuk terlibat dalam lebih banyak diskusi tentang program nuklir Teheran.

Dalam diskusi, Iran juga menolak seruan untuk menghentikan pengayaan nuklir, yang menjadi poin utama perselisihan bagi Washington.

Para investor juga menunggu data ekonomi dari AS, seperti penggajian non-pertanian bulan Januari 2026 yang akan dirilis pada Rabu (12/2/2026) dan inflasi indeks harga konsumen pada Jumat (14/2/2026).

"Data-data tersebut juga diperkirakan akan mempengaruhi prospek suku bunga AS, terutama di tengah perubahan kepemimpinan yang akan segera terjadi di Federal Reserve," ungkap Ibrahim.

Melihat sentimen domestik, dilaporkan bahwa survei terbaru Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen.

"Jumlah itu bahkan memecahkan rekor tingkat keterpilihan atas presiden-presiden sebelumnya. Saat SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) menang di periode kedua pada 2009, kisarannya tak sampai 70 juta pemilih. Pun demikian saat Jokowi memenangi pilpres (pemilihan presiden) keduanya pada 2019, perolehan suaranya masih lebih kecil dari Prabowo," ujar dia.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak menguat ke level Rp16.799 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.838 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

19 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.