Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf dan BPJS Kesehatan Berkolaborasi Jaga Stamina Ekonomi Kreatif dengan Lindungi Pekerja Kreatif

📅 Senin, 13 Jul 2026, 18:03 WIB | Oleh:
Kemenekraf dan BPJS Kesehatan Berkolaborasi Jaga Stamina Ekonomi Kreatif  dengan Lindungi Pekerja Kreatif Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Agus Syarip Hidayat dalam peluncuran program Layanan Ujung Negeri (LANURI) BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin (13/7).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif menyatakan jaminan perlindungan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi faktor krusial untuk menjaga produktivitas serta daya saing 27,4 juta pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia.

Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Kementerian Ekraf Agus Syarip Hidayat dalam peluncuran program Layanan Ujung Negeri (LANURI) BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin (13/7), mengatakan perlindungan kesehatan bagi pekerja kreatif merupakan bentuk nyata investasi terhadap aset terbesar bangsa.

"Perlindungan kesehatan dan kesejahteraan bagi pekerja pelaku ekraf bukan semata-mata isu sosial, melainkan juga isu produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan pembangunan ekonomi nasional," kata dia.

Kemenekraf melaporkan saat ini serapan tenaga kerja ekraf nasional tumbuh luar biasa mencapai 27,4 juta orang, melampaui target awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 25,5 juta pekerja.

Jutaan pelaku ekraf tersebut tersebar hingga ke wilayah pedesaan, pesisir, pegunungan, serta daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pelayanan perlindungan sosial.

Untuk itu, Agus mengatakan pihaknya siap mendukung penuh kehadiran perluasan layanan digital maupun non-digital dari BPJS Kesehatan agar mampu memperluas jangkauan proteksi, sehingga tidak ada lagi pelaku ekraf di daerah yang tertinggal.

"Langkah ini sangat strategis mengingat struktur demografi ekraf didominasi oleh Generasi Z dan milenial sebanyak 63 persen, serta keterlibatan pekerja perempuan yang menyentuh angka 58 persen," ungkapnya menambahkan.

Kemenekraf juga mencatat ada empat subsektor ekraf yang berkontribusi langsung mendukung sektor kesehatan selama ini, yakni aplikasi kesehatan digital, konten digital, karya film, dan musik edukatif.

Agus berharap kedepannya Kemenekraf dan BPJS Kesehatan dapat memperkuat kolaborasi bersama para kreator konten untuk menciptakan produk edukasi kreatif guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat masyarakat.

Komitmen perlindungan ini juga sejalan dengan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2025-2045 yang menempatkan talenta kreatif sebagai fokus utama pembangunan ekosistem yang aman, sehat, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.