Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masa Pengenalan Sekolah Tak Boleh Ada Perundungan

📅 Senin, 13 Jul 2026, 11:53 WIB | Oleh:
Masa Pengenalan Sekolah Tak Boleh Ada Perundungan Doc: ist
Ket. mpls

JAKARTA – Pada hari Senin ini banyak sekolah memasuki hari pertama tahun ajaran baru. Umumnya, diisi dengan pengenalan sekolah. “MPLS tak boleh ada perundungan,” ujar Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo.

Dia mengatakan ini saat meninjau pelaksanaan Hari Pertama Sekolah (HPS) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Negeri 57, Taman Margasatwa Raya, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu.

"Generasi penerus Jakarta"

Syafrin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan berkomitmen memastikan seluruh peserta didik baru dapat mengikuti MPLS dalam suasana yang positif, tanpa adanya kekerasan, perundungan (bullying), perpeloncoan, maupun diskriminasi. Hal ini sejalan dengan visi mewujudkan sekolah yang nyaman sebagai ruang tumbuh bagi peserta didik.

"Hari ini adalah awal dari sebuah petualangan baru, langkah pertama untuk mengenal lingkungan sekolah, menjalin pertemanan, mengembangkan potensi diri, serta membentuk karakter sebagai generasi penerus Jakarta dan Indonesia," ujarnya, Senin (13/7).

Syafrin menjelaskan, awal tahun ajaran baru bukan sekadar pergantian kalender akademik, melainkan momentum penting untuk membangun semangat, harapan, dan pengalaman belajar yang akan membekas sepanjang perjalanan pendidikan setiap murid.

Ia berharap, para peserta didik dapat memahami bahwa lingkungan sekolah merupakan tempat untuk membangun karakter yang disiplin, berintegritas, serta mampu menjalin hubungan yang baik dengan sesama. Selain itu, semangat belajar juga diharapkan semakin tumbuh sejak hari pertama sekolah.

"Bagi kita semua, awal tahun ajaran baru bukan sekadar seremonial pergantian kalender akademik. Ini adalah momentum krusial untuk membangun semangat, harapan, dan pengalaman belajar yang akan membekas sepanjang perjalanan hidup setiap murid," terangnya.

Menurutnya, tugas pemerintah dalam pelaksanaan MPLS adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada peserta didik baru agar kecemasan mereka berubah menjadi semangat dan sukacita dalam belajar. Sehingga, motivasi belajar serta keberhasilan akademik mereka dapat terus meningkat.

Ia menambahkan, transformasi Jakarta sebagai kota global dan berbudaya harus didukung oleh sumber daya manusia yang berdaya saing, adaptif, serta memiliki karakter dan budi pekerti yang luhur. Menurutnya, budaya hidup bersih juga harus menjadi bagian dari identitas peserta didik.

"Pesan saya kepada para kepala sekolah, jadilah pemimpin instruksional yang suportif. Kepada para guru dan panitia, jadikan seluruh rangkaian MPLS sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat belajar, karakter positif, serta rasa cinta murid terhadap sekolahnya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 57, Rina Mulyati memaparkan, pada Tahun Ajaran 2026/2027 sekolahnya menerima 360 peserta didik baru yang terbagi ke dalam 10 rombongan belajar dengan masing-masing kelas berjumlah 36 peserta didik.

"SMKN 57 memiliki tiga konsentrasi keahlian, yaitu Kuliner, Perhotelan, dan Usaha Layanan Wisata. Program Kuliner dan Perhotelan masing-masing terdiri atas empat kelas, sedangkan Usaha Layanan Wisata memiliki dua kelas," jelasnya.

Rina menuturkan, kegiatan MPLS dilaksanakan selama lima hari dengan mengacu pada pedoman dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan sekolah melalui materi wajib dan materi pilihan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
PSG Incar Celah Pertahanan ...

Lumayan, Transportasi Jakarta Terbaik Nomor 15

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lumayan, Transportasi Jakar...

Pasar Tengah Buruk, Pemprov Tunda IPO

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.