Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yayasan Jantung Indonesia: Penyakit Jantung Kini Banyak Menyerang Usia Muda

📅 Senin, 13 Jul 2026, 18:38 WIB | Oleh:
Yayasan Jantung Indonesia: Penyakit Jantung Kini Banyak Menyerang Usia Muda Doc: YJI
Ket. Gebyar Jantung Sehat 2026 yang digelar oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) di Jakarta International Stadium (JIS), pada hari Minggu (12/7). Kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan itu diisi dengan senam massal, edukasi kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

JAKARTA – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) menggelar Gebyar Jantung Sehat 2026 di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (12/7), sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik untuk mencegah penyakit jantung. Kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan itu diisi dengan senam massal, edukasi kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

Acara tersebut merupakan salah satu program tahunan unggulan YJI Cabang Provinsi DKI Jakarta sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan menuju lima abad Kota Jakarta. Pemilihan Jakarta International Stadium sebagai lokasi penyelenggaraan juga dimaknai sebagai simbol semangat Jakarta sebagai kota metropolitan yang terus berkembang sekaligus mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Annisa Pohan Yudhoyono mengatakan kegiatan ini digelar di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap tren penyakit jantung yang kini tidak lagi hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga masyarakat usia muda.

Mengacu pada data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, jumlah penderita penyakit jantung terbanyak justru tercatat pada kelompok usia 25–34 tahun, yakni sebanyak 140.206 orang. Sementara itu, pada kelompok usia 15–24 tahun terdapat 139.891 penderita penyakit jantung.

Menurut Annisa, data tersebut menjadi peringatan bahwa penyakit jantung kini telah menjadi ancaman bagi kelompok usia produktif.

"Ini bukan data biasa. Ini peringatan keras. Penyakit jantung sekarang mengintai anak-anak muda, saudara-saudara kita, bahkan mungkin anak-anak kita. Yang paling produktif, yang paling kreatif, yang menjadi tulang punggung keluarga dan bangsa, justru menjadi sasaran," ujarnya melalui siaran pers pada hari Senin (13/7).

Ia menjelaskan, salah satu penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung pada usia muda adalah gaya hidup sedentari atau kurang bergerak yang semakin banyak dijumpai di masyarakat. Kondisi tersebut diperburuk oleh pola makan yang tidak seimbang, tingginya konsumsi makanan tinggi lemak, serta minimnya aktivitas fisik.

Karena itu, menurut Annisa, upaya pencegahan harus dimulai sejak dini melalui perubahan gaya hidup, bukan hanya ketika seseorang telah mengalami gangguan kesehatan.

Ajak masyarakat menjadi agen perubahan

Melalui Gebyar Jantung Sehat 2026, Yayasan Jantung Indonesia juga mengajak masyarakat untuk menjadi Agent of Change atau agen perubahan dalam menerapkan pola hidup sehat di lingkungan masing-masing.

YJI mendorong masyarakat memulai perubahan dari diri sendiri dengan membiasakan aktivitas sederhana, seperti rutin berjalan kaki, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mengurangi makanan tinggi lemak.

Selain itu, peserta juga diharapkan menjadi teladan bagi keluarga, tetangga, maupun rekan kerja dalam menerapkan gaya hidup sehat, sekaligus menyebarkan informasi mengenai bahaya penyakit jantung sejak usia muda dan pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui aktivitas fisik.

Dorong penerapan Panca Usaha Jantung S.E.H.A.T.

Dalam kesempatan tersebut, Yayasan Jantung Indonesia kembali mengampanyekan program Panca Usaha Jantung S.E.H.A.T. sebagai panduan penerapan gaya hidup sehat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.