Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peradaban Kaltim tak Dapat Dilepaskan dari Lima Tokoh Wanita

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 10:07 WIB | Oleh:
Peradaban Kaltim tak Dapat Dilepaskan dari Lima Tokoh Wanita Doc: ant
Ket. jejak tokoh wanita kaltim

SAMARINDA – Para wanita memiliki andil dalam perkembangan peradaban di Kaltim. Sejarawan Publik Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Sarip membedah rekam jejak lima tokoh perempuan berpengaruh yang terbukti memiliki kontribusi besar dalam membangun peradaban serta kesadaran berbangsa di provinsi ini.

"Kelima perempuan ini membuktikan bahwa kaum hawa memiliki andil, kapasitas kepemimpinan, dan keberanian yang luar biasa di berbagai bidang pada masanya masing-masing," kata Sarip di Samarinda, Minggu.

Tokoh perempuan pertama adalah Aminah Syukur yang bersama suaminya mendirikan Meisje School pada tahun 1928 sebagai wadah pendidikan khusus bagi murid-murid perempuan pribumi agar terlepas dari belenggu marginalisasi pendidikan masa kolonial.

Pada era pergerakan kemerdekaan terdapat sosok kedua, yakni Salbiah sebagai srikandi pengurus Rukun Pemuda Indonesia yang berani mengobarkan semangat nasionalisme dalam Kongres Gabungan Pemuda Indonesia Seluruh Kalimantan tahun 1948 di Barabai.

"Menembus dominasi birokrasi dekade 1950-an, tokoh ketiga yaitu Djumantan Hasyim mencatatkan sejarah sebagai legislator perempuan pertama di DPRD Kalimantan Timur, sekaligus sosok tegas yang mampu memimpin penyelesaian konflik saat terjadi kemelut dualisme kepemimpinan daerah," jelas Sarip.

Sejarawan publik itu memaparkan pula kiprah sosok keempat, perempuan dari etnis Tionghoa bernama Nyonya Lo Beng Long alias Dorinawati Samalo, yang secara ikhlas menghibahkan kediamannya pada tahun 1962 sebagai bangunan cikal bakal berdirinya institusi pendidikan tinggi Universitas Mulawarman sebagai kampus kebanggaan Kaltim.

Nama kelima adalah Fatimah Moeis, seorang organisator yang didaulat menjadi Komandan Korps Sukarelawati Kaltim pada 1963 setelah mengikuti pelatihan kemiliteran demi menghadapi ancaman konfrontasi Dwikora.

Detail rekam jejak perjuangan kelima sosok perempuan dengan kiprah tak boleh dilupakan ini juga diabadikan dalam buku karya Sarip bersama Alisya Anastasya berjudul "Perempuan di Kalimantan Timur: Sejarah yang Terlupakan, Mitos Kartini, dan Realitas Gender".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.