Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Konferensi FAO, Indonesia Dorong Kolaborasi Regional Asia-Pasifik

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Di Konferensi FAO, Indonesia Dorong Kolaborasi Regional Asia-Pasifik Doc: ANTARA
Ket. Plt. Dirjen Perkebunan Kementan Ali Jamil dalam diskusi Ketahanan Pangan pada Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik di Brunei Darussalam, Kamis (23/4/2026).

JAKARTA – Transformasi sistem pangan dan pertanian menjadi krusial untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di tengah perubahan iklim, tekanan lahan, dan dinamika permintaan global.

Pergeseran dari pola produksi konvensional menuju sistem yang lebih berkelanjutan—melalui pemanfaatan teknologi, efisiensi rantai pasok, dan diversifikasi komoditas—dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, integrasi hulu-hilir serta penguatan kelembagaan petani menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah dan stabilitas harga.

Namun, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, akses pembiayaan, serta kesiapan sumber daya manusia dalam mengadopsi inovasi di sektor pertanian.

Indonesia menyerukan agar negara anggota Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa di kawasan Asia-Pasifik memperkuat kerja sama regional.

Seruan itu Pemerintah Indonesia sampaikan kepada para menteri dari seluruh kawasan yang berkumpul dalam Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia Pasifik (APRC38) di Brunei Darussalam, guna menegosiasikan kolaborasi dan prioritas aksi dengan FAO.

"Negara Anggota FAO di Asia dan Pasifik, termasuk Indonesia, telah sangat aktif dalam berbagai inisiatif FAO yang mendukung solusi lokal," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ali Jamil dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (24/4).

Ali yang mewakili pemerintah saat itu menyampaikan bahwa Indonesia mengusulkan untuk menjajaki wadah transformasi sistem pangan sub-regional Asia Tenggara untuk meningkatkan koordinasi, menukar pengetahuan, dan mendukung pembiayaan, termasuk melalui Kerja Sama Selatan-Selatan.

Ia juga mengatakan Indonesia sedang menjajaki reformasi struktural dan penguatan tata kelola untuk menempatkan petani sebagai pusat dari transformasi sistem pangan dan pertanian.

Menurut dia, pertanian merupakan pusat perekonomian Indonesia, menyumbang sekitar 14 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan menopang kehidupan lebih dari 40 juta orang, yang mayoritas merupakan petani kecil.

Gambaran serupa juga terjadi di seluruh Asia-Pasifik. Petani kecil di kawasan itu, yang mencakup 80 persen dari seluruh produsennya, menghasilkan 54 persen dari produksi pertanian dan perikanan global.

Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) bertepatan dengan waktu kritis bagi sistem agripangan yang menghadapi tekanan kian besar dari ketegangan geopolitik dan dampak iklim.

Konferensi itu bertujuan untuk memperkuat kapasitas pertanian kawasan guna meningkatkan ketahanan pangan bagi semua, terutama dalam memastikan bahwa petani kecil merasakan manfaat teknologi dan perdagangan.

Saat membuka konferensi itu, Putra Mahkota Kesultanan Brunei Darussalam Pangeran Al Muhtadee Billah menyerukan kepada negara anggota untuk bekerja sama guna meningkatkan ketahanan dan keamanan pangan di kawasan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Makau Berbenah, Rencana Pembangunan Terpadu Siap Ubah Wajah Ekonomi Kota
    Preview komentar:
    Langkah Makau untuk mempercepat pembaruan perkotaan menjadi kota ...
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga derita segera berlalu
    Hadir untuk negeri.
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Pramono Dorong Kolaborasi T...
Daerah
Semeru Kembali Erupsi, Letu...
Megapolitan
SIM Keliling Buka di 5 Loka...
Olahraga
Satu Rintangan Berat Asal K...
Olahraga
Alcaraz Pulih dari Cedera, ...
Ngeri…Pesawat-pesawat Mendarat dan Terbang di Sepinggan Mesti Menerobos Asap Karhutla

Ngeri…Pesawat-pesawat Mendarat dan Terbang di Sepinggan Mesti Menerobos Asap Karhutla

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.