Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Semua Tanaman dan Hewan Bebas Dijual Online, Barantin Perketat Pengawasan Marketplace

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Semua Tanaman dan Hewan Bebas Dijual Online, Barantin Perketat Pengawasan Marketplace Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ket. Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding saat melakukan pemusnahan bibit sawit ilegal di Lampung.

BANDARLAMPUNG – Belanja tanaman atau hewan secara online memang makin praktis. Namun, di balik kemudahan itu, pengawasan tetap perlu diperketat agar tidak ada komoditas yang berisiko membawa hama, penyakit, atau bahkan diperdagangkan secara ilegal.

Dengan pengawasan yang lebih ketat di marketplace dan platform e-commerce, transaksi digital bisa tetap berjalan nyaman sekaligus melindungi sektor pertanian, peternakan, dan kelestarian lingkungan.

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan penjualan tanaman dan hewan yang dilakukan melalui marketplace ataupun e-commerce.

"Mengenai pengungkapan kasus peredaran 75.992 butir benih atau kecambah kelapa sawit ilegal, saat ini sedang proses lebih lanjut dan bila dua alat bukti terpenuhi maka akan mendorong ke arah tindak pidana," ujar Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding di Bandarlampung, Jumat (31/7).

Ia mengatakan dengan terungkapnya modus perdagangan ilegal tumbuhan ataupun hewan hidup melalui marketplace dan e-commerce, maka pihaknya akan memperketat pengawasan penjualan di ranah digital tersebut dengan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

"Karena ada modus pengiriman dan penjualan lewat marketplace ataupun e-commerce, dan karena kami belum punya kerja sama untuk menarik penjualan tumbuhan atau hewan peliharaan, maka sekarang masih bebas dijual dari dalam keluar negeri atau sebaliknya. Oleh karena itu nanti kami coba bicarakan ini dengan Komdigi agar penjualan tumbuhan dan hewan misalkan ikan hias lewat marketplace ataupun e-commerce kalau tidak bersertifikat maka tidak boleh," katanya.

Dia menjelaskan di marketplace ataupun e-commerce pun dapat ditemukan sertifikat karantina palsu yang diterbitkan dan dijual secara bebas. Oleh karena itu pihaknya saat ini tengah merapikan serta memperketat semua.

"Kedua kami juga akan bekerja sama dengan asosiasi pengusaha pengiriman logistik, termasuk Kantor Pos. Dan kemungkinan ke depan akan bekerjasama menyiapkan petugas di Kantor Pos untuk melakukan pengetatan pemeriksaan," ucap dia.

Kemudian Badan Karantina Indonesia pun akan memperluas edukasi ke petani, pembenih dan pengusaha agar tidak sembarangan membeli bibit tanaman, dan mengutamakan membeli bibit tanaman berkualitas serta bermutu agar memastikan produktivitas pertaniannya tetap terjaga.

"Dan tindakan seperti ini (perdagangan ilegal bibit sawit) saya pilih untuk dimusnahkan meski ada tindakan di luar dimusnahkan. Saya memilih dimusnahkan semua barang yang memang patut dimusnahkan, supaya ada efek jera, dan sebisa mungkin dibawa ke pidana agar pelaku jera," tambahnya.

Menurut dia, untuk khusus di Lampung jaringan ini sudah berhenti, oleh karena itu penjagaan di Pelabuhan Bakauheni, Bandara Radin Inten II Lampung dan ruas Jalan Tol Trans Sumatera akan terus diperketat pengawasannya.

"Karena modusnya lewat mobil box, dan pengiriman rata-rata dengan kendaraan, kemudian daerahnya luas, untuk mengamankan ini tidak mudah dengan keterbatasan petugas di lapangan. Ke depan kita akan menggunakan teknologi, agar bisa mendeteksi lebih mudah berbagai barang yang tidak sesuai dengan kaidah yang ada di aturan perkarantinaan Indonesia," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Nasional
Aturan Transportasi Berbasi...
Megapolitan
Pramono Klaim Jakarta Nomor...
Daerah
Kendalikan Inflasi, Pangkal...
Advertisement
MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor 157.875 Penonton

MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor 157.875 Penonton

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.