Manager Unit Unit Pelaksana Proyek Tingkat Provinsi Kalimantan Timur ((PPIU - Kaltim) Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Asman Azis (kiri) bersama perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) menunjukkan buah mangrove disela Media Gathering M4CR Mangrofest 2026 di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (31/7). Program M4CR menargetkan pemulihan 32.634 hektare mangrove hingga 2027 di Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Program ini dikelola Kementerian Kehutanan bersama sejumlah kementerian, pemerintah daerah, BPDLH, serta didukung pendanaan World Bank. Di Kalimantan Timur, penanaman mangrove mencapai 4.445 hektare pada 2024, 499 hektare pada 2025, dan 1.176 hektare pada 2026. Salah satu lokasi prioritas berada di Desa Sepatin, Kutai Kartanegara, dengan fokus pemulihan pesisir melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya petani tambak dan nelayan.
Manager Unit Unit Pelaksana Proyek Tingkat Provinsi Kalimantan Timur ((PPIU - Kaltim) Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Asman Azis menyampaikan pemaparan dalam Diskusi Media Gathering M4CR Mangrofest 2026 di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (31/7).
Perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) menyampaikan pemaparan dalam Diskusi Media Gathering Mangrove Fest 2026 di Desa Sepati, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jum'at (31/7).
Manager Unit Unit Pelaksana Proyek Tingkat Provinsi Kalimantan Timur ((PPIU - Kaltim) Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Asman Azis (kiri) bersama Tim M4CR meninjau lokasi tambak udang yang ditanami Mangrove disela Media Gathering M4CR Mangrofest 2026 di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (31/7).
Tanaman Mangrov di lokasi tambak udang di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (31/7).