BPDAS Mahakam Berau: Rehabilitasi Mangrove Perlu Dilakukan Terpadu.
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 23:50 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Koran Jakarta/M.Fachri
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam Berau menyatakan rehabilitasi mangrove perlu dilakukan secara terpadu dengan melindungi habitat yang ada, memulihkan kawasan, serta melibatkan berbagai pihak agar manfaat ekologis dan sosial ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"Rehabilitasi bukan hanya memulihkan, tapi juga melindungi habitat yang masih ada," kata Pelaksana Tugas Kepala BPDAS Mahakam Berau Indi Hendraswari dalam kegiatan "Potret dan Transformasi Mangrove Kalimantan Timur Bersama M4CR" di Samarinda, Kamis.
Menurut dia, pendekatan tersebut diperlukan karena Kalimantan Timur kehilangan sekitar 102.040 hektare atau 36,6 persen tutupan mangrove sepanjang 1994 hingga 2024.

Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan jika semak belukar bekas tambak yang terbengkalai turut diperhitungkan, kontribusi aktivitas pertambakan terhadap deforestasi mangrove mencapai sekitar 91 persen dalam tiga dekade terakhir.
Indi mengatakan alih fungsi lahan menjadi tambak, keberadaan tambak yang terbengkalai, perkebunan sawit, abrasi, sedimentasi, serta gelombang dan arus yang merusak tanggul menjadi sejumlah faktor yang memicu hilangnya tutupan mangrove di Kalimantan Timur.
Selain itu, pengalaman rehabilitasi pada masa lalu juga menunjukkan bahwa pemulihan mangrove tidak selalu berhasil akibat penggunaan jenis bibit yang kurang sesuai serta pendekatan yang masih berorientasi pada proyek.
Berdasarkan data yang dipaparkan, Kalimantan Timur memiliki ekosistem mangrove seluas 240.929 hektare yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Data tersebut juga menunjukkan sekitar 58.116 hektare mangrove memerlukan rehabilitasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama para pemangku kepentingan menjalankan program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
Program tersebut mencakup rehabilitasi mangrove, penguatan tata kelola, pelibatan masyarakat, serta pengembangan model tambak ramah lingkungan melalui smart silvofishery.
Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) mencatatkan capaian signifikan dalam pemulihan ekosistem pesisir di Kalimantan Timur (Kaltim). Sepanjang periode 2024 hingga 2026, program rehabilitasi ini berhasil merehabilitasi lahan mangrove seluas 6.120 hektar di wilayah Kalimantan Timur.
M4CR merupakan inisiatif strategis nasional yang bertujuan mengatasi degradasi ekosistem mangrove di Indonesia melalui rehabilitasi skala besar berbasis komunitas dan keberlanjutan lingkungan. Program ini menargetkan pemulihan luasan hingga 32.634 hektare sampai tahun 2027 yang tersebar di empat provinsi prioritas, yaitu Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
M4CR dikelola oleh Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), serta pemerintah daerah, dengan dukungan pendanaan dari World Bank. Dalam kurun waktu tiga tahun pelaksanaan di Kalimantan Timur, rincian luasan penanaman tercatat sebanyak 4.445 hektar pada tahun 2024, 499 hektar pada tahun 2025, dan 1.176 hektar pada tahun 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!