Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS ke Warganya di Iran: Pergi atau Berlindung di Tempat Aman

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 16:07 WIB | Oleh:
AS ke Warganya di Iran: Pergi atau Berlindung di Tempat Aman Doc: AFP/ATTA KENARE

WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) mengimbau warga negaranya yang saat ini masih berada di Iran agar segera meninggalkan negara itu, menyusul pembukaan kembali sebagian wilayah udara republik Islam tersebut.

"Mulai 21 April, wilayah udara Iran telah dibuka kembali sebagian. Warga negara AS harus segera meninggalkan Iran, memantau media lokal untuk mendapatkan informasi terbaru, dan berkonsultasi dengan maskapai penerbangan komersial untuk informasi tambahan tentang penerbangan keluar dari Iran," imbau Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran, Rabu (22/4).

Selain bisa meninggalkan Iran melalui udara, warga AS juga bisa meninggalkan negara itu melalui jalan darat melalui Armenia, Azerbaijan, Turki, dan Turkmenistan.

Namun, warga AS diperingatkan untuk tidak keluar dari Iran melalui Afghanistan, Irak, atau Pakistan.

"Jika Anda tidak meninggalkan Iran, kami meminta semua warga Amerika di Iran untuk tetap berada di tempat tinggal Anda sampai pemberitahuan lebih lanjut. Sebisa mungkin, tetaplah di tempat tinggal, hotel, atau bangunan lain, dan jauhi jendela," demikian imbauan perjalanan yang dirilis pemerintah AS.

Pada 28 Februari, AS dan Israel menyerang Iran, dan kemudian memicu serangan balasan dan peningkatan ketegangan di seluruh Timur Tengah.

Pada 7 April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu, setelah dimediasi Pakistan.

Pembicaraan selanjutnya di Islamabad berakhir tanpa hasil. Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Para mediator terus berupaya untuk menyelenggarakan putaran perundingan baru.

Pada Selasa (21/4), Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan memperpanjang gencatan senjata guna memberi Teheran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu."

Trump mengeklaim bahwa perundingan damai antara kedua negara bisa terjadi dalam 36 hingga 72 jam ke depan. Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ada yang Tahu Jumlah Cagar Budaya Secara Nasional?

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Ada yang Tahu Jumlah Cagar ...

Suara Rakyat Tetap Jadi Landasan Jakarta Membangun

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Suara Rakyat Tetap Jadi Lan...

50 Duta Besar Hadiri Jakarta Twilight Soiree  

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
50 Duta Besar Hadiri Jakart...
Daerah
Anggota Polda Maluku Gugur ...
PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.