Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bulog NTT Optimalkan Penyerapan 7.407 Ton Beras untuk Jaga Harga dan Swasembada Pangan.

📅 Senin, 13 Jul 2026, 11:14 WIB | Oleh:
Bulog NTT Optimalkan Penyerapan 7.407 Ton Beras untuk Jaga Harga dan Swasembada Pangan. Doc: Antara Foto
Ket. Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT Arrahim K. Kanam memeriksa kualitas beras hasil pengadaan di Gudang Bulog Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerap 7.407 ton setara beras hasil panen petani hingga 12 Juli 2026 sebagai upaya memperkuat swasembada pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat daerah.

“Hingga 12 Juli 2026, realisasi pengadaan setara beras di NTT telah mencapai 7.407 ton atau 103 persen dari target pengadaan tahun 2026. Angka ini juga sudah melampaui total realisasi pengadaan tahun 2025 yang mencapai 6.000 ton," kata Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT Arrahim K. Kanam di Kupang, Senin.

Ia mengatakan penyerapan beras lokal di wilayah NTT menunjukkan tren yang positif dan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Menurut dia, peningkatan volume penyerapan beras lokal bukan sekadar pemenuhan target rutin, tetapi juga menjadi langkah nyata Bulog NTT dalam mengawal program strategis pemerintah pusat untuk mewujudkan swasembada pangan.

"Swasembada pangan merupakan salah satu program utama dari pemerintahan Presiden Prabowo. Kami di daerah bergerak cepat memastikan bahwa hasil keringat petani NTT terserap dengan baik, memiliki harga jual yang layak, dan mampu memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP)," katanya.

Arrahim mengatakan dengan sisa waktu tahun berjalan, Bulog NTT optimistis penyerapan beras akan terus meningkat seiring dengan masih berlangsungnya masa panen di sejumlah wilayah sentra produksi padi.

Untuk mendukung upaya tersebut, Bulog NTT secara aktif melakukan penjemputan hasil panen dan bersinergi dengan petani di sentra produksi padi di Pulau Timor, Flores, dan Sumba.

Selain itu, Bulog juga memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota melalui dinas pertanian dan ketahanan pangan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), pengusaha penggilingan padi, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya.

“Bulog NTT juga mengimbau seluruh mitra kerja pengadaan dan kelompok tani untuk terus memperkuat sinergi demi mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan di bumi Flobamora,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Masa Pengenalan Sekolah Tak Boleh Ada Perundungan

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Masa Pengenalan Sekolah Tak...
Nasional
KPK Panggil Dua Pegawai PT ...
Megapolitan
Kondisi Ekonomi Jakarta Tet...

Jakarta Ikut Serta Menyukseskan 100 Tahun Sumpah Pemuda

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Ikut Serta Menyukse...
Luar Negeri
Dilanda Gelombang Panas, Pr...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp57.250/...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah, ASN P...
100% Dalam 4 Menit , Tiongkok Kembangkan Baterai Natrium yang Diklaim Awet Bertahun-tahun

100% Dalam 4 Menit , Tiongkok Kembangkan Baterai Natrium yang Diklaim Awet Bertahun-tahun

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.