Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sentimen Global Dominan, 13 Juli 2026

📅 Senin, 13 Jul 2026, 08:10 WIB | Oleh:
Sentimen Global Dominan, 13 Juli 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah berpotensi kembali berada di ba­wah tekanan pada awal pekan seiring menguatnya sen­timen eksternal, terutama meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan ekspektasi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang tetap hawkish. Kombinasi kedua faktor tersebut mendorong penguatan dollar AS dan memicu pergeseran arus modal ke aset yang dinilai lebih aman, sehingga meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, ter­masuk rupiah.

Pengamat mata uang dan komoditas Lukman Leong melihat penguatan rupiah akhir pekan lalu berpotensi ti­dak bertahan lama. Pelaku pasar kembali dihadapkan pada meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terbaru terhadap Iran yang kemudian dibalas dengan pernyataan serupa oleh Negeri Para Mullah.

Menurutnya, eskalasi konflik tersebut berpotensi me­ningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dollar AS, sehingga dapat kembali menekan pergerakan mata uang negara berkembang seperti rupiah. Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (13/7), bergerak flukuatif di kisaran 18.000-18.100 rupiah per dolar AS dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Jumat (10/7) sore, menguat 63 poin atau 0,35 persen dari sehari sebelumnya menjadi 18.065 rupiah per dollar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa me­nyatakan penguatan rupiah masih ditopang oleh cadangan devisa (cadev) yang memadai. “Rupiah masih ditopang oleh cadangan devisa yang memadai serta komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar. Kedua faktor ter­sebut diharapkan mampu meredam tekanan apabila gejo­lak di pasar keuangan global kembali meningkat,” katanya di Jakarta.

Tercatat, posisi cadangan devisa Indonesia yang me­ningkat menjadi 145,6 miliar dollar AS pada akhir Juni 2026, naik dari 144,9 miliar dollar AS pada bulan sebe­lumnya.

Pasar juga akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah karena dapat mempengaruhi pergerakan harga minyak dunia dan minat investor terhadap aset safe haven. Begitu pula dengan arus modal asing dan langkah stabilisasi Bank Indonesia yang disebut akan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Akankah Konflik Segera Bera...
Megapolitan
Jangan Salah Datang! SIM Ke...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.