Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15

📅 Senin, 13 Jul 2026, 14:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Doc: ANTARA
Ket. Personel kepolisian berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

JAKARTA - Kepolisian telah mengantongi identitas pelaku dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7), yang mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada guru dan staff Tata Usaha (TU).

"Dari identitasnya kita sudah kantongi, ya. Jadi kita sudah mencari kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti untuk pelaku, tentunya yang diduga pelaku untuk meneror sendiri itu," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Nurma mengatakan dalam pesan teror melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, dikatakan sang peneror telah menyebar bom ke 11 titik di dalam sekolah.

Kemudian, para guru segera menghubungi kepolisian untuk mengamankan sekolah yang melaksanakan kegiatan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Ya, jadi semua otomatis, ya. Jadi di sini dari Inafis, Damkar, camat, lurah, Dinas Kesehatan kemudian Dinas Pendidikan datang ke SD untuk memastikan aman untuk anak, kemudian juga orang tua yang ada," ujar Nurma.

Hingga saat ini, pihaknya memastikan belum menemukan benda mencurigakan dari penyisiran selama dua jam lebih tersebut.

"Untuk sementara ini belum ada. Namun demikian dari Gegana masih bekerja. Kita tunggu saja untuk selanjutnya, ya. Mudah-mudahan kita berdoa tidak ada hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

Kepolisian menyisir dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin.

Nurma mengatakan polisi menerima laporan pukul 07.30 WIB. Diketahui saat itu, siswa dan guru sedang melaksanakan upacara pada hari pertama MPLS.

Teror itu telah beredar di kalangan guru hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melapor.

Nurma menambahkan para guru dan siswa sudah dievakuasi keluar dari sekolah.

Berdasarkan pantauan, tampak personel Brimob berjaga di dalam sekolah dengan membawa senjata api dan dua unit mobil Tim Gegana.

Kemudian, ada juga petugas Dinas Perhubungan dan Dinas Gulkarmat DKI yang berjaga di sekitar lokasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
Luar Negeri
Finlandia Sukses Selesaikan...
Luar Negeri
Malaysia-Tailan Saling Jaga...
Daerah
Karhutla Kawah Ijen Mereda,...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.