Bunga di Tokyo Kini Tumbuh di Tanah Hasil Dekontaminasi Fukushima
📅 Rabu, 22 Apr 2026, 16:53 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/PHILIP FONG
TOKYO - Jepang akan mulai menggunakan 6 meter kubik tanah yang diambil selama pembersihan pascabencana nuklir Fukushima untuk menanam bunga di Kementerian Pertahanan dan Mahkamah Agung di Tokyo, kata menteri lingkungan hidup pada Selasa (21/4).
Dari 14 juta meter kubik lebih tanah yang disimpan di fasilitas sementara di Prefektur Fukushima, tanah dengan tingkat radiasi rendah telah digunakan di 10 lokasi, termasuk di kantor perdana menteri dan beberapa kementerian, sejak Juli tahun lalu.
Rencana penggunaan tanah di Kementerian Pertahanan dan Mahkamah Agung belum ditentukan waktunya.
Langkah itu diupayakan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menunjukkan bahwa sebagian tanah yang dipindahkan aman untuk digunakan, dan untuk mencari lokasi pembuangan akhir bagi tanah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima yang terkumpul.
Menteri Lingkungan Hidup Hirotaka Ishihara mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah akan berupaya mencari lokasi pembuangan akhir di luar Prefektur Fukushima.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan undang-undang, tanah tersebut harus dipindahkan ke luar prefektur paling lambat Maret 2045, namun mereka menghadapi tantangan dalam menemukan lokasi pembuangan.
Menteri Rekonstruksi Takao Makino mengatakan dirinya berharap pemerintah dapat menemukan cara untuk menggunakan volume tanah yang lebih besar yang telah dikumpulkan dan memperluas penggunaannya ke sejumlah daerah.
Hingga akhir Maret, sekitar 14,3 juta meter kubik tanah telah dibawa ke fasilitas penyimpanan sementara di dekat PLTN Fukushima Daiichi yang rusak akibat bencana gempa bumi dan tsunami pada Maret 2011. Ant/Kyodo
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!