Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Kebakaran Hutan, Akademisi Diminta Ciptakan Inovasi Penanggulangan Karhutla

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 04:20 WIB | Oleh:
Atasi Kebakaran Hutan, Akademisi Diminta Ciptakan Inovasi Penanggulangan Karhutla Doc: Antara foto
Ket. Dokumentasi. Petugas melakukan pemadaman karhutla.

PALANGKA RAYA - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo meminta kalangan akademisi, termasuk para wisudawan dan wisudawati Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR), menciptakan berbagai inovasi dan teknologi untuk mendukung percepatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi setempat.

"Ilmu pengetahuan jangan hanya berhenti di dunia akademik, tetapi harus mampu melahirkan ide, gagasan dan temuan yang dapat memberikan solusi bagi persoalan masyarakat, termasuk dalam penanganan karhutla," kata Edy saat menghadiri Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIII serta Program Sarjana XXXVI UMPR di Palangka Raya, Sabtu.

Menurut dia, hasil penelitian dan pengembangan teknologi dari perguruan tinggi diharapkan dapat membantu mempercepat deteksi dini, pemadaman, maupun upaya pencegahan karhutla sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.

Selain mendorong inovasi, Edy juga mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan seiring meningkatnya potensi karhutla pada musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Menurut Edy, luas lahan yang terbakar di kawasan tersebut telah berkembang. Salah satunya seperti yang terjadi di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau

Ia mengatakan pemerintah bersama Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah terus memantau perkembangan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah. Bersama Kapolda Kalimantan Tengah, dirinya telah meninjau langsung lokasi karhutla di Kabupaten Pulang Pisau, tepatnya di kawasan Tanjung Taruna.

"Beberapa waktu lalu saat kami bersama Kapolda memantau kebakaran di wilayah Tumbang Nusa, lahan yang terbakar sekitar 11 hektare. Namun saat ini meluas menjadi sekitar 50 hektare yang tersebar di beberapa titik," katanya.

Dia pun mengaku khawatir apabila kebakaran terus meluas hingga mendekati kawasan jalan layang karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menyulitkan upaya penanganan.

Ia mengingatkan pengalaman kebakaran hebat pada 2015 di kawasan lahan gambut Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, yang menjadi pelajaran penting dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Saat itu, api membakar hingga kedalaman sekitar empat meter di bawah permukaan gambut sehingga proses pemadaman berlangsung sangat sulit.

"Api di permukaan memang terlihat padam, tetapi bara api di bawah tanah masih menyala. Karena itu diperlukan pasokan air dalam jumlah besar agar api benar-benar padam hingga ke lapisan gambut," katanya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah, hingga akhir Juli 2026 luas lahan terdampak karhutla di provinsi tersebut mencapai sekitar 3.069,52 hektare berdasarkan hasil verifikasi citra satelit dan pemeriksaan lapangan. Selama periode yang sama terdeteksi 2.844 titik panas (hotspot) dan tercatat 563 kejadian kebakaran di berbagai kabupaten dan kota.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, Manggala Agni, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui patroli terpadu, pemadaman darat dan udara, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Daerah
Batu Sengaja Ditaruh di Rel...

Kongo Mulai Vaksinasi Ebola untuk 50.000 Petugas Kesehatan

22 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Kongo Mulai Vaksinasi Ebola...

Mantan Presiden Chili Mundur dari Pencalonan Sekjen PBB

22 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Mantan Presiden Chili Mundu...
Advertisement
Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.