Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Target Ambisius! Airlangga: Tanpa Pertumbuhan Ekonomi 6,7%, RI Sulit Jadi Negara Maju

4 Selasa, 21 Apr 2026, 22:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Target Ambisius! Airlangga: Tanpa Pertumbuhan Ekonomi 6,7%, RI Sulit Jadi Negara Maju Target Ambisius! Airlangga: Tanpa Pertumbuhan Ekonomi 6,7%, RI Sulit Jadi Negara Maju Doc: ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga
Ket. Arsip foto - Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Velodrome-Kelapa Gading memasuki Stasiun Velodrome Jakarta.

JAKARTA – Mencapai target menjadi negara maju menuntut transformasi struktural yang melampaui sekadar pertumbuhan ekonomi tinggi.

Fokus utama harus bergeser pada peningkatan produktivitas, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta penguasaan teknologi dan inovasi.

Tanpa itu, pertumbuhan berisiko terjebak dalam middle income trap, di mana kenaikan pendapatan tidak diikuti lompatan daya saing.

Selain itu, fondasi institusi yang kuat, tata kelola yang efisien, serta pemerataan pembangunan menjadi faktor kunci agar kemajuan bersifat inklusif dan berkelanjutan.

Integrasi sektor industri, pendidikan, dan riset juga diperlukan untuk menciptakan ekosistem ekonomi berbasis nilai tambah.

Dengan pendekatan tersebut, target menjadi negara maju tidak hanya realistis, tetapi juga mampu memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia perlu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga sekitar 6,7 persen untuk bisa mencapai target menjadi negara maju pada 2045.

Ia menyebut pertumbuhan tersebut diperlukan agar Indonesia dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap) dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

“Saya kira, dengan aspirasi Indonesia untuk menjadi negara berpendapatan tinggi (negara maju) pada 2045, Indonesia perlu tumbuh melampaui 5 persen. Artinya, Indonesia perlu mencapai pertumbuhan (ekonomi) setidaknya 6,7 persen. Karena itu, Presiden sangat mendorong kita, meskipun menghadapi situasi global yang penuh tantangan,” ujar Airlangga dalam seminar nasional di Jakarta, Selasa (21/4).

Ia menjelaskan kondisi global saat ini diwarnai ketidakpastian yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk energi, pangan, dan rantai pasok.

Menurut dia, pemerintah merespons situasi tersebut dengan memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk di sektor energi dan pangan.

Airlangga menambahkan Indonesia terus menjaga stabilitas ekonomi dengan mengandalkan kekuatan domestik, termasuk konsumsi dalam negeri yang menjadi penopang utama perekonomian.

“Kita perlu menjaga kepercayaan konsumen karena konsumsi domestik menjadi penopang utama perekonomian,” katanya.

Ia menyebut konsumsi domestik menyumbang sekitar 54 persen dari permintaan ekonomi nasional sehingga perlu dijaga melalui kebijakan yang adaptif.

Selain itu, pemerintah juga mendorong diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan impor dan menjaga stabilitas pasokan.

“Pemerintah terus mendorong peningkatan pencampuran biodiesel hingga B50 untuk mengurangi ketergantungan impor energi,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Hasil Liga Champions: MU Me...
Megapolitan
Langit Jakarta Berpotensi M...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.