Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran Jika Tolak Kesepakatan AS
📅 Senin, 20 Apr 2026, 05:05 WIB | Oleh: Tim PenulisMoskow - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (19/4), mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan milik Iran jika Teheran menolak untuk menerima kesepakatan yang diusulkan Washington.
"Kami menawarkan KESEPAKATAN yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerima itu sebab, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan semua Pembangkit Listrik, dan Jembatan, di Iran. TIDAK ADA LAGI PRIA BAIK!" kata Trump lewat unggahan di Truth Social.
Sebelumnya pada hari itu, Trump mengatakan perwakilannya sedang menuju Islamabad, Pakistan untuk berpartisipasi dalam negosiasi tentang Iran.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap target di Iran, sehingga menimbulkan kerusakan dan korban sipil.
Kemudian pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Disebutkan bahwa pembicaraan berikutnya di Islamabad berakhir tanpa membuahkan hasil.
Kendati tidak ada pengumuman bahwa permusuhan dilanjutkan, namun AS mulai menutup pelabuhan Iran.
Para mediator saat ini sedang berupaya mengatur putaran pembicaraan baru antara AS dan Israel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada kesempatan itu, Trump juga mengatakan bahwa Iran telah melepaskan tembakan di Selat Hormuz pada Sabtu (18/4) dan menganggap hal itu sebagai pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.
"Iran memutuskan untuk menembakkan peluru kemarin (Sabtu) di Selat Hormuz. Pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata kami! Banyak di antaranya ditujukan ke kapal Prancis dan kapal kargo dari Inggris. Itu tidak baik, bukan?" kata Trump di Truth Social.
Pada Sabtu, Reuters melaporkan, dengan mengutip sumber keamanan maritim dan perkapalan, bahwa setidaknya dua kapal komersial diserang saat mencoba melintasi Selat Hormuz setelah Iran mengumumkan pemulihan rezim militer atas jalur air tersebut.
Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Para mediator pun berupaya untuk menyelenggarakan putaran baru untuk negosiasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!