Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Era Baru Bursa: Liquidity Provider Masuk, Volatilitas Bakal Jinak atau Makin Liar?

📅 Senin, 20 Apr 2026, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Era Baru Bursa: Liquidity Provider Masuk, Volatilitas Bakal Jinak atau Makin Liar? Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S.
Ket. Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Memperkuat likuiditas dan efisiensi perdagangan di pasar modal Indonesia menjadi kunci untuk meningkatkan daya tarik dan daya tahan pasar di tengah dinamika global.

Likuiditas yang dalam memungkinkan proses pembentukan harga berlangsung lebih wajar, mengurangi volatilitas berlebihan, serta memberi ruang bagi investor—baik institusi maupun ritel—untuk masuk dan keluar pasar tanpa tekanan signifikan terhadap harga.

Di sisi lain, efisiensi perdagangan mencerminkan kualitas infrastruktur, transparansi informasi, serta biaya transaksi yang kompetitif.

Pasar yang efisien akan mempercepat aliran dana ke sektor-sektor produktif, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap integritas pasar.

Tanpa perbaikan di dua aspek ini, potensi pendalaman pasar modal domestik akan terhambat, dan Indonesia berisiko tertinggal dalam kompetisi menarik arus investasi global.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memulai implementasi kuotasi Liquidity Provider saham, sebagai bagian dari upaya memperkuat likuiditas dan efisiensi perdagangan di pasar modal Indonesia.

Implementasi ditandai dengan pelaksanaan kuotasi perdana oleh salah satu Anggota Bursa (AB) yaitu Phintraco Sekuritas.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (20/4), mengatakan bahwa partisipasi aktif AB sebagai Liquidity Provider saham merupakan elemen penting dalam meningkatkan likuiditas dan kualitas pembentukan harga (price discovery).

“BEI mengapresiasi komitmen Phintraco Sekuritas dalam mendukung program Liquidity Provider saham. Kami berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan likuiditas, khususnya pada saham-saham yang memiliki potensi untuk berkembang lebih optimal,” ujar Irvan.

Pada tahap awal saat ini, Phintraco Sekuritas memberikan kuotasi berupa penyediaan order beli dan jual pada lima (lima) saham, diantaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

"Kehadiran Liquidity Provider saham berperan penting untuk meningkatkan kualitas perdagangan melalui penyempitan bid-ask spread, peningkatan kedalaman pasar, serta mendukung kemudahan transaksi bagi investor," ujar Irvan.

BEI menilai keterlibatan AB akan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi program ini. Oleh karena itu, BEI terus mendorong partisipasi yang lebih luas dari pelaku pasar agar inisiatif ini dapat berjalan secara optimal.

Irvan berharap keberhasilan pelaksanaan kuotasi perdana dapat menjadi katalis bagi AB lainnya untuk turut berpartisipasi, sehingga ekosistem perdagangan menjadi semakin likuid, kredibel, dan berdaya saing.

"Hal ini juga menjadi bukti komitmen BEI dalam terus meningkatkan pendalaman pasar," ujar Irvan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.