Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pimpin Latihan di Hawaii, Intip Trik Jungle Survival Marinir TNI AL yang Bikin Penasaran Militer Dunia di RIMPAC 2026

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pimpin Latihan di Hawaii, Intip Trik Jungle Survival Marinir TNI AL yang Bikin Penasaran Militer Dunia di RIMPAC 2026 Doc: Antara
Ket. Dua personel Korps Marinir TNI AL mengajari teknik bertahan hidup di hutan atau jungle survival kepada tentara negara peserta latihan gabungan Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2026 di Hawaii, Amerika Serikat, Selasa (30/6).

Jakarta - Personel Korps Marinir TNI AL mengajarkan teknik bertahan hidup di hutan atau jungle survival kepada prajurit dari berbagai negara peserta latihan gabungan Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2026 di Hawaii, Amerika Serikat, Selasa (30/6).

"Marinir Indonesia tidak hanya berbagi kemampuan, tetapi juga belajar dari pengalaman negara lain. Pertukaran pengetahuan seperti ini menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan operasi bersama di masa depan," kata Komandan Unsur Tugas Marinir Indonesia RIMPAC 2026 Letkol Marinir Huda Prawira dalam siaran pers resmi Korps Marinir yang diterima di Jakarta, Rabu (1/7).

Huda menjelaskan materi tersebut dipilih karena prajurit TNI kerap menjalankan operasi di wilayah hutan dan pegunungan di Indonesia sehingga memiliki pengalaman bertahan hidup dalam kondisi tersebut.

Personel Korps Marinir membagikan berbagai teknik bertahan hidup di hutan, mulai dari mengenali jenis tumbuhan dan hewan yang dapat dikonsumsi hingga cara beradaptasi dengan lingkungan.

Menurut Huda, para peserta mengikuti sesi tersebut dengan antusias sebagai bagian dari pertukaran pengetahuan antarpasukan negara peserta latihan.

Setelah memberikan materi, personel Korps Marinir TNI AL juga mengikuti sesi berbagi pengetahuan dari kontingen negara lain.

Kontingen Sri Lanka memperkenalkan berbagai jenis ular yang terdapat di negaranya beserta karakteristik dan cara penanganannya. Sementara itu, Kontingen Peru memaparkan taktik patroli hutan yang digunakan dalam operasi di kawasan hutan.

Kontingen Malaysia turut memperkenalkan kemampuan satuan 10th Brigade Royal Malaysian Army dalam sesi pertukaran pengetahuan tersebut.

Huda mengatakan kegiatan itu diharapkan dapat menambah wawasan dan kemampuan personel Korps Marinir sekaligus mempererat hubungan militer dengan negara-negara sahabat.

RIMPAC merupakan latihan perang maritim internasional terbesar yang digelar setiap dua tahun sekali. Latihan tahun ini berlangsung pada 24 Juni hingga 31 Juli 2026 dengan rangkaian kegiatan berupa latihan darat, laut, dan udara.

Sejak dimulainya RIMPAC 2026, Korps Marinir TNI AL bersama kontingen negara lain telah mengikuti berbagai latihan, antara lain simulasi pertempuran jarak dekat dan operasi serangan melalui udara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.