Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Film “Ghost In The Cell” Raup 560.307 Orang Penonton pada Hari ke-3 Penanyangan

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 21:53 WIB | Oleh:
Film “Ghost In The Cell” Raup 560.307 Orang Penonton pada Hari ke-3 Penanyangan Doc: Instagram @jokoanwar

JAKARTA - Film Ghost in the Cell karya sutradara Joko Anwar mendapatkan sambutan antusias dari pencinta film. Jumlah penonton pada penayangan hari ke-tiga, film tersebut meraup 560.307 orang penonton.

Hal itu disampaikan oleh Joko Anwar seperti diunggah di media sosial instragram miliknya. Joko Anwar menyampaikan ucapan terima kasih kepada para penggemar atas animo yang besar tersebut.

“Nggak nyangka ramai banget, terima kasih banyak teman-teman!. Sampai dengan hari ke-3, 560.307 orang sudah puas lihat koruptor dihukum setimpal,” kata Joko Anwar dalam Instagram miliknya, Minggu (19/4).

Penanyangan film Ghost in the Cell diseluruh bioskop Indonesia, sejak 16 April 2026. Film Ghost in the Cell sudah lama dinanti penayangannya karena film tersebut sukses di dunia.

Film Ghost in the Cell sudah dibeli penayangannya di 86 negara sebelum tayang di Indonesia. Film tersebut merupakan buatan dari rumah produksi Come and See Pictures, yang bekerja sama dengan RAPI Films.

Film Ghost in the Cell dibintangi nama-nama besar, sebut saja Abimana Aryasatya, Aming, Lukman Sardi, Marissa Anita. Adapula nama Rio Dewanto, Tora Sudiro, Morgan Oey dan Endy Arfian.

Joko Anwar menjelaskan film tersebut berlatar belakang kehidupan di sel tahanan dengan berbagai permasalahan terutama kekerasan antar napi. Joko menerangkan cerita film Ghost in the Cell, di dalam Lapas Angsana, para narapidana memiliki masalah setiap hari mulai dari penindasan oleh pejabat lapas hingga permusuhan antar narapidana.

“Suatu hari seorang napi baru masuk dan satu persatu napi mati dengan cara yang sangat mengerikan. Setelah mengetahui bahwa ada hantu yang membunuh orang dengan aura atau energi negatif, para napi berlomba-lomba berbuat kebaikan agar mendapatkan aura positif,” kata Joko.

Namun jalan untuk melakukan kebaikan sangat sulit karena di didalam penjara penuh dengan ketidakadilan. Hingga akhirnya para narapidana bersatu untuk melawan penindasan.

“Tentunya sulit tetap positif di dalam penjara yang penuh ketidakadilan. Hingga mereka sadar satu hal yang sepertinya tidak mungkin tapi harus mereka tetap hidup yaitu bersatu melawan penindas,” kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

26 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.