Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot dan Pemkab Bogor Sambut Kolaborasi TNI AD untuk Pengolahan Sampah Bogor Raya

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 14:25 WIB | Oleh:
Pemkot dan Pemkab Bogor Sambut Kolaborasi TNI AD untuk Pengolahan Sampah Bogor Raya Doc: kotabogor.go.id

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani oleh Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Mabes AD, Jakarta, Jumat (7/8) lalu.

Kegiatan tersebut turut disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Melalui kerja sama ini, TNI AD akan mengolah sampah lama dengan deposit sekitar 15 juta ton bersama mitra teknologi yang telah berpengalaman menggunakan teknologi pirolisis.

Wali Kota Dedie Rachim menyambut baik kesepakatan tersebut, karena sejalan dengan arah kebijakan pengelolaan sampah di wilayah Bogor Raya yang mencakup pengolahan sampah lama, pengelolaan timbulan sampah baru, serta penguatan pemilahan sampah dari hulu, baik di tingkat rumah tangga, instansi pemerintah, maupun swasta.

“Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di Bogor Raya. Pengelolaan sampah tidak cukup hanya menangani sampah yang sudah ada, tetapi juga harus memastikan pengurangan timbulan sampah baru dan pemilahan sejak dari sumbernya,” kata Wali Kota Dedie Rachim.

Menurut Wali Kota Bogor, kolaborasi bersama TNI AD menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi berkelanjutan dalam penanganan persoalan sampah, termasuk mendukung percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

“Dengan sinergi bersama pemerintah pusat, TNI AD, serta berbagai pihak, kami berharap persoalan sampah di Bogor dapat ditangani secara lebih komprehensif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar dia.

Sementara itu KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengajak pemerintah daerah yang siap bekerja sama untuk segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan menyiapkan aspek teknis yang dibutuhkan.

Kota Bogor, Kota Semarang, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bogor menjadi wilayah yang diprioritaskan untuk segera menangani kondisi darurat sampah melalui langkah dan kebijakan yang sejalan dengan pemerintah pusat dalam melaksanakan gerakan ASRI. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.