Waspada Ikan Sapu-Sapu Masuk Makanan, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
📅 Jumat, 17 Apr 2026, 18:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Anggota Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta Hilda Kusuma Dewi mendorong peningkatan pengawasan terhadap potensi peredaran makanan olahan yang menggunakan bahan ikan sapu-sapu.
Hal ini disampaikan Hilda saat menghadiri operasi penangkapan ikan sapu-sapu di aliran anak Kali Taman Semanan Indah (TSI), Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (17/4).
"Sapu-sapu ini memang perkembangbiakannya sangat cepat dan itu sangat membahayakan tentunya jika dijadikan makanan olahan," kata Hilda kepada wartawan di lokasi, Jumat.
Menurut Hilda, pedagang jajanan seperti siomay yang kedapatan menggunakan bahan baku ikan sapu-sapu menjadi sorotan.
Hal ini dinilai dapat menimbulkan masalah lantaran ikan tersebut biasanya didapat dari lingkungan sungai yang tercemar, sehingga daging ikan yang digunakan mengandung bakteri serta kontaminasi logam berat, seperti timbal.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi mari kita sama-sama jaga dengan cara secara berkesinambungan. Ini perlu pemantauan dan kepedulian kita semua supaya ini tetap bisa terjaga ekosistem sungainya tetap bersih, dan juga masyarakat aman supaya ini tidak dikonsumsi atau diambil secara gratis oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Hilda.
Ia pun meminta pihak Pemkot Jakarta Barat untuk merutinkan penangkapan ikan sapu-sapu di wilayah setempat.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyebut bahwa sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya praktik pembuatan siomay atau makanan olahan lain berbahan dasar ikan sapu-sapu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya tidak menemukan itu di Jakarta Barat, sejauh ini informasinya tidak ada di Jakarta Barat ya. Tapi nanti mungkin kalau hal itu memang ada, tentu kami akan lakukan secara ketentuan yang jelas, karena memang kan tidak boleh," kata Iin.
Meski demikian, Iin memastikan akan terus berkoordinasi dengan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) terkait guna memperketat pengawasan.
Menurut Iin, larangan konsumsi ikan sapu-sapu akan ditegakkan secara tegas mengingat ikan tersebut memang bertahan hidup dengan menyerap racun di sungai.
"Kandungan makanan yang dimakan oleh ikan sapu-sapu ini adalah polutan dan ini adalah ikan jenis predator, jadi berbahaya memang," jelas Iin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!