Pemkot Bandung Dorong Ruang Terbuka Hijau Berkualitas dan Jaga Mata Air
📅 Rabu, 19 Agu 2026, 17:25 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cihanja sekaligus kawasan Konservasi Mata Air Cihanja di RT 02 RW 10, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Selasa (18/8).
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau, bukan hanya dari sisi luasan, tetapi juga fungsi ekologis, kualitas udara, tutupan vegetasi, hingga keberlanjutan sumber air.
Wali Kota Farhan mengatakan, peningkatan kualitas RTH menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Bandung. Pembangunan ruang terbuka hijau tidak semata-mata diukur dari penambahan luas lahan, tetapi juga dari kualitas dan manfaat ekologis yang dihasilkan.
"Pada dasarnya kami melihat yang perlu ditingkatkan bukan cuma sekadar luasan RTH-nya, tetapi kualitas RTH-nya. Penambahan kualitas RTH ditunjukkan salah satunya melalui RTH Cihanja," ujar Wali Kota Farhan.
Ia menjelaskan, pengembangan RTH Cihanja akan disesuaikan dengan konsep Indeks Hijau Biru Indonesia (IHBI) yang dikembangkan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Konsep tersebut, kata Wali Kota Farhan, tidak hanya memperhitungkan luas ruang terbuka hijau, tetapi juga mempertimbangkan tutupan vegetasi, kualitas udara, serta kualitas air di kawasan tersebut.
Wali Kota Farhan menilai RTH Cihanja memiliki potensi untuk memenuhi sejumlah indikator tersebut. Kawasan ini memiliki luas sekitar 6.960 meter persegi atau hampir 7.000 meter persegi. "Karena jumlah 6.000 meter di Kota Bandung itu sudah sangat bagus," kata dia.
Selain luasan, Pemerintah Kota Bandung juga akan memperkuat vegetasi di kawasan tersebut. Keberadaan sumber mata air yang masih terjaga serta rendahnya aktivitas industri dan lalu lintas di sekitar lokasi dinilai menjadi keunggulan tersendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sumber mata airnya masih sangat bagus. Kemudian di sini tidak ada pabrik, lalu lintas juga rendah, sehingga kualitas udaranya diharapkan jauh lebih bagus," ujar dia.
Wali Kota Farhan menyatakan keberlanjutan RTH Cihanja tidak boleh berhenti setelah seremoni peresmian. Ia meminta masyarakat turut mengambil peran dalam menjaga dan mengelola kawasan tersebut. Ia menitipkan pengelolaan kawasan kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, serta lembaga kemasyarakatan lainnya di tingkat kelurahan agar ruang terbuka tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat telah terbukti mampu menjaga keberlanjutan sejumlah ruang hijau di Kota Bandung, seperti kawasan pertemuan Sungai Cikapundung dan Cikalapa, Leuweung Awi Padaringan, hingga kawasan Lembur Katumiri di Babakan Siliwangi.
"Dengan pengelolaan oleh masyarakat, keberlanjutannya bisa lebih terjaga," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, mengatakan penataan RTH Cihanja merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah dan unsur kewilayahan.
Rizki menyebut kawasan RTH Cihanja memiliki luas sekitar 7.960 meter persegi dan membutuhkan upaya yang tidak sedikit untuk melakukan penghijauan sekaligus menjaga keberadaan mata air.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!