Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antara Damai dan Risiko: Rupiah Berayun Ikuti Negosiasi AS-Iran

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 10:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Berbicara dalam konferensi pers di Islamabad, Andrabi menyampaikan bahwa program nuklir Iran termasuk di antara isu serius dan konstruktif yang dibahas dalam negosiasi yang sedang berlangsung. Komentar tersebut muncul ketika Pakistan meningkatkan upaya mediasi setelah pembicaraan selama 16 jam antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan.

Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif sedang melakukan kunjungan regional ke Arab Saudi, Qatar, dan Turki. Sedangkan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir ke Iran untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Iran.

Sentimen positif juga berasal dari data Produk Dometik Bruto (PDB) Tiongkok yang solid pada kuartal I-2026. Hal itu dinilai memperkuat keyakinan investor bahwa pemerintah Tiongkok mampu meredam dampak konflik Iran dengan gangguan yang terbatas, ditopang oleh cadangan minyak yang memadai serta berbagai langkah mitigasi.

Tercatat, ekonomi Tiongkok tumbuh sebesar 5 persen year-on-year (yoy), meningkat dari 4,5 persen yoy pada kuartal IV-2025 dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 4,8 persen yoy, sekaligus mencatatkan laju pertumbuhan tercepat dalam tiga kuartal terakhir.

Melihat sentimen dari sisi domestik, lanjut Josua, Bank Indonesia (BI) turut menopang kepercayaan pasar, seiring Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kembali komitmen bank sentral terhadap stabilitas kebijakan dalam pertemuan dengan investor di New York dan Boston.

Pemerintah juga menyoroti pengakuan eksternal terhadap ketahanan ekonomi Indonesia dari Asian Development Bank (ADB) dan FTSE Russell.

Salah satu proyeksi disampaikan oleh ADB yang memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh stabil sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 2027, naik dari realisasi 5,1 persen pada 2025. Proyeksi tersebut tercantum dalam laporan ADB April 2026 bertajuk The Middle East Conflict Challenges Resilience in Asia and the Pacific.

Pada periode yang hampir bersamaan, lembaga indeks global FTSE Russell pada 7 April 2026 mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dan tidak memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan (watch list) untuk potensi penurunan status.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut menyampaikan bahwa S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB (investment grade) dengan outlook stabil pasca tinjauan di Washington, D.C.

Meski demikian, penguatan rupiah disebut relatif terbatas dibandingkan mata uang regional lainnya. Hal itu antara lain dipengaruhi persepsi investor yang masih melihat fundamental ekonomi Indonesia relatif lebih rentan, serta meningkatnya permintaan dolar AS seiring periode pembayaran kupon dan dividen instrumen keuangan domestik kepada investor non-residen.

“Untuk hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.075–Rp17.200 per dolar AS,” kata Josua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.