Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah Saat Harga Minyak Naik, Tekanan Ekonomi Menguat

3 Selasa, 01 Sep 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah Saat Harga Minyak Naik, Tekanan Ekonomi Menguat Rupiah Hari Ini Melemah Saat Harga Minyak Naik, Tekanan Ekonomi Menguat Doc: ANTARA FOTO/ Hasrul Said.
Ket. Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA – Pelemahan rupiah seiring kenaikan harga minyak global mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal terhadap ekonomi domestik.

Harga minyak yang lebih tinggi berpotensi memperbesar kebutuhan devisa untuk impor energi dan mendorong defisit transaksi berjalan, sehingga permintaan terhadap dolar AS meningkat.

Jika tekanan ini berlanjut, ruang stabilisasi rupiah dan pengendalian inflasi menjadi semakin menantang bagi otoritas.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (1/9), bergerak melemah 22 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.744 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.722 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kenaikan harga minyak menjadi 91 dolar AS per barel seiring eskalasi konflik AS dengan Iran.

"Rupiah pada perdagangan hari ini melemah dipengaruhi oleh global kenaikan harga minyak seiring meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran," ucapnya di Jakarta, Selasa (1/9).

Pasukan AS menghantam dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8/2026), yang menandai serangan pertama terhadap wilayah Iran sejak akhir Juli. Operasi tersebut, yang dilakukan setelah periode jeda selama sebulan dalam keterlibatan militer langsung, menargetkan sistem yang disinyalir sedang disiapkan untuk meluncurkan roket bermuatan ranjau laut ke Selat Hormuz.

Sebagai respons, Sputnik mengungkapkan bahwa pasukan bersenjata Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap posisi militer AS di Yordania.

Sentimen lain berasal dari meningkatnya ekspektasi inflasi dan kenaikan yield obligasi pemerintah AS.

"Ekspektasi inflasi AS bulanan 0,39 persen dan 3,6 persen tahunan. Yield obligasi pemerintah AS 10 tahun naik 5,8 bps (basis points) menjadi 4,77 persen dan 20 tahun naik 6,7 bps menjadi 5,27 persen," ungkap Rully.

Meningkatnya ekspektasi inflasi di Amerika Serikat dan kenaikan yield obligasi pemerintah AS dapat memperkuat daya tarik aset berbasis dolar.

Kondisi ini mendorong investor mengalihkan dana ke pasar AS, sehingga permintaan dolar meningkat dan rupiah ikut tertekan.

Tekanan tersebut berpotensi semakin kuat jika pasar menilai The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk meredam inflasi.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini bergerak menguat di level Rp17.727 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.746 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Memalukan, Hutan Kota Cawan...
Daerah
Tekan Inflasi di Kulon Prog...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.