Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPH Migas: Kami Butuh Dukungan Pihak Terkait demi Kelancaran Distribusi BBM

📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 11:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPH Migas: Kami Butuh Dukungan Pihak Terkait demi Kelancaran Distribusi BBM Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah kendaraan saat mengisi BBM di SPBU yang berada di Jember, Jawa Timur, Jumat (11/9/2026).

JEMBER – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, meminta dukungan dari pemerintah daerah maupun kepolisian terkait kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah operasional Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, yang sempat terkendala.

"Kami butuh dukungan. Karena kondisi antrean kendaraan di pintu masuk Pelabuhan Ketapang pastinya akan sering terjadi pengulangan," kata Wahyudi saat mengecek kondisi SPBU di Jember, Jawa Timur, Jumat (11/9) malam.

Menurut dia, kelangkaan dan antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) di Jember, Situbondo dan Bondowoso, karena adanya kepadatan kendaraan di sekitar Pelabuhan Ketapang.

Ia mengatakan bahwa dengan lokasi IT Tanjung Wangi, Banyuwangi, yang terletak di sekitar Pelabuhan Ketapang, membuat kendaraan tangki BBM terkendala untuk mendistribusikan ke wilayah tersebut.

Untuk itu, Wahyudi meminta pemerintah daerah bersama pihak kepolisian setempat dapat memberikan alternatif dalam pendistribusian BBM, agar masyarakat yang berada di wilayah operasional IT Tanjung Wangi tidak terganggu ketika terjadi kepadatan kendaraan.

"Ini perlu diantisipasi bersama semua pihak, baik itu pemerintah daerah, kemudian dari pihak kepolisian setempat dan pemerintah pusat," ujarnya.

Wahyudi menjelaskan bahwa ketika kendaraan yang menuju ke pelabuhan ada pengaturan yang jelas akan lebih dapat menjamin waktu distribusi BBM. 

Karena, kata dia, faktor utama kendala distribusi BBM dari Tanjung Wangi karena banyak dipenuhi kendaraan-kendaraan yang antre menuju ke pelabuhan.

Menurut dia, untuk antrean kondisi normal yaitu mencapai 2 kilometer dan ketika sudah mengarah 3-4 kilometer maka proses pendistribusian BBM akan tersendat.

"Proses distribusi logistik didominasi 80 persen itu dari arah Bondowoso dan Situbondo. Sedangkan untuk dari selatan, itu bebannya hanya 20 persen jadi selatan itu cukup aman, namun ketika dari utara terganggu, selatan juga akhirnya terkunci. Ini yang mengganggu semua proses," katanya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.