Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dituduh Rebut Pacar, Dua Siswi SMP di Garut Alami Perundungan

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 15:46 WIB | Oleh:
Dituduh Rebut Pacar, Dua Siswi SMP di Garut Alami Perundungan Doc: ANTARA/Feri Purnama
Ket. Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Niko N. Adi Putra memberikan keterangan pers terkait kasus perundungan dan penganiayaan siswi di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (10/9).

GARUT -- Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, memeriksa tujuh siswi terkait kasus perundungan dan penganiayaan terhadap dua siswi SMP di Kecamatan Sukawening untuk proses hukum lebih lanjut.

Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Niko N. Adi Putra di Garut, Kamis, mengatakan pemeriksaan dilakukan setelah polisi menerima informasi masyarakat dan menemukan video aksi perundungan yang beredar di media sosial.

"Beberapa waktu ke belakang muncul video 'bullying' terhadap korban NA dan NH kelas tiga SMP di daerah Sukawening. Saat ini terhadap tujuh pelaku sudah dimintai keterangan," kata Niko.

Ia mengatakan polisi kemudian menyelidiki kejadian tersebut hingga mengetahui lokasi serta identitas dua korban dan tujuh siswi yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Menurut dia, tujuh terduga pelaku terdiri atas empat siswi SMA dan tiga siswi SMP yang seluruhnya perempuan.

"Saat ini yang terjadi di Garut dilakukan oleh tujuh orang pelaku yang semuanya adalah wanita," katanya.

Niko menjelaskan dugaan perundungan dan penganiayaan tersebut bermula dari persoalan asmara. Salah seorang pelaku menuduh korban NH telah merebut pacarnya.

Sejumlah pelaku kemudian memanggil NH untuk bertemu guna mengklarifikasi tuduhan tersebut. Setelah pertemuan pertama, persoalan tersebut dianggap selesai dan korban diperbolehkan pulang.

Namun, para pelaku kembali memanggil NH untuk bertemu. Korban kemudian datang bersama temannya, NA, tanpa mengetahui bahwa sejumlah pelaku telah menunggu di wilayah Sukawening yang tidak jauh dari sekolah mereka.

"Korban saat itu langsung dikeroyok," kata Niko.

Dalam kejadian tersebut, para pelaku diduga beberapa kali memukul dan menampar korban, mencekik, meludahi, serta melakukan tindakan perundungan lainnya.

Salah seorang pelaku juga merekam aksi kekerasan tersebut menggunakan telepon seluler hingga videonya kemudian beredar di media sosial.

Niko mengatakan tindakan tersebut telah mengarah pada tindak pidana sehingga diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku untuk anak.

"Walaupun masih di bawah umur, kita menggunakan hukum acara anak, tetapi yang bersangkutan masuk dalam persangkaan Pasal 76 C huruf A jo. Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman penjara tiga tahun enam bulan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.