Antara Damai dan Risiko: Rupiah Berayun Ikuti Negosiasi AS-Iran
📅 Jumat, 17 Apr 2026, 10:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pergerakan kurs rupiah dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap dinamika geopolitik, khususnya terkait potensi gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Sentimen ini bekerja melalui ekspektasi pasar global terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, yang merupakan jalur vital energi dunia.
Ketika muncul harapan gencatan senjata, tekanan terhadap rupiah cenderung mereda karena risiko global menurun dan aliran modal kembali ke aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.
Namun, selama kepastian implementasi kesepakatan belum jelas, pelaku pasar cenderung mengambil posisi “wait and see”.
Kondisi ini justru membuat rupiah rentan melemah karena investor lebih memilih aset safe haven seperti dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketidakpastian terkait pembukaan jalur energi global juga memperbesar volatilitas, mengingat harga minyak sangat memengaruhi persepsi risiko terhadap negara importir energi seperti Indonesia.
Dengan demikian, arah rupiah tidak semata ditentukan oleh adanya wacana perdamaian, tetapi oleh kredibilitas dan realisasi kesepakatan tersebut.
Selama konflik belum benar-benar mereda secara struktural, pergerakan rupiah akan tetap fluktuatif, mencerminkan tarik-menarik antara optimisme pasar dan risiko global yang masih membayangi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede di Jakarta, Jumat (17/4), mengatakan memperkirakan rupiah memperoleh sentimen positif seiring potensi gencatan senjata antara AS dengan Iran.
Perkiraan itu melihat dari potensi berakhirnya gencatan senjata akan dibarengi pula dengan pembukaan kembali Selat Hormuz.
“Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik yang telah berlangsung selama tujuh minggu tersebut hampir berakhir, sementara Gedung Putih menyampaikan keyakinan terhadap tercapainya kesepakatan dan membuka kemungkinan adanya pertemuan lanjutan secara langsung di Pakistan,” katanya.
Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi melemah 18 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.157 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.139 per dolar AS.
Mengutip Anadolu, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan AS dan Iran tetap bersedia untuk terlibat dalam dialog berkelanjutan dan mendesak agar tak ada spekulasi terkait rencana pembicaraan kedua di Islamabad.
Juru Kemlu Pakistan Tahir Andrabi mengatakan bahwa hal rinci terkait delegasi AS dan Iran nantinya merupakan urusan internal pihak-pihak yang bersangkutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!