Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aksi Cepat Satgas PRR: Sungai dan Muara Terdampak Bencana di 3 Provinsi Mulai Normal

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 17:28 WIB | Oleh:
Aksi Cepat Satgas PRR: Sungai dan Muara Terdampak Bencana di 3 Provinsi Mulai Normal Doc: Antara Foto
Ket. Kasatgas PRR Tito Karnavian menunjukkan sungai terdampak bencana di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan normalisasi puluhan sungai dan muara terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Dikutip dari keterangan Satgas PRR, berdasarkan data pada 5 April dari total 79 sungai nasional terdampak di tiga provinsi, 38 di antaranya telah berhasil dinormalisasi oleh pemerintah pusat atau mencapai persentase 48 persen. Sementara dari total 43 sungai daerah, sebanyak 16 di antaranya telah berhasil dinormalisasi pemerintah daerah atau mencapai persentase 37 persen.

Adapun rinciannya, di Aceh, dari 24 sungai nasional yang terdampak sebanyak 13 diantaranya berhasil dinormalisasi. Sementara dari tujuh sungai daerah yang terdampak dua di antaranya berhasil dinormalisasi.

Di Sumut, dari 23 sungai nasional yang terdampak empat di antaranya telah berhasil dinormalisasi. Sementara dari 25 sungai daerah yang terdampak sepuluh di antaranya berhasil dinormalisasi.

Kemudian di Sumbar, dari 32 sungai nasional yang terdampak sebanyak 21 diantaranya berhasil dinormalisasi. Sementara dari 11 sungai daerah yang terdampak, empat di antaranya telah berhasil dinormalisasi.

Capaian ini juga sejalan dengan normalisasi muara yang berangsur menunjukkan progres, dengan rincian dari total 38 muara terdampak di tiga provinsi, sebanyak 10 muara di antaranya sudah berhasil dinormalisasi atau mencapai persentase 26 persen. Sementara 28 muara lainnya sedang dalam proses normalisasi.

Sebelumnya, Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan sebagian besar sungai di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi terdampak, mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan perlu segera dinormalisasi.

Menurut Tito, pendangkalan atau sedimentasi sungai terdampak memerlukan normalisasi jangka panjang. Terlebih, puluhan sungai yang terdampak memiliki kondisi kerusakan bervariasi, mulai dari sedimentasi berat, kerusakan tanggul, hingga perubahan alur sungai.

"Saya perkirakan paling cepat betul 2 tahun, bisa 3 tahun. Kita ingat zaman BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Aceh-Nias dulu selesainya 5 tahun, ditambah transisi 3 tahun. Nah ini, sungai ada 79 yang dikerjakan pusat, daerah mengerjakan 43.(Sebanyak) 38 sudah dikerjakan (pemerintah pusat), 16 sedang ditangani (pemda), masih ada yang belum," kata Tito di Jakarta, Senin (23/3).

Kendati demikian, Tito berkomitmen akan tetap mempercepat normalisasi sungai dan muara di tiga daerah terdampak. Sebab, jika sungai dan muara terlampau lama dibiarkan mengalami sedimentasi, maka akan memicu perluasan banjir.

"Muara juga perlu dinormalisasi, kalau tidak terblokir nanti airnya. Muara saja jumlahnya 38 dan enggak kecil, luas-luas. Di Aceh Tamiang saja Pak Presiden (Prabowo Subianto) sudah langsung menugaskan kepada Pak Menhan (Menteri Pertahanan Syafrie Sjamsoeddin) dan Wakil Panglima TNI (Jenderal Tandyo Budi Revit). Untuk itu pun 4 km yang dibersihkan itu luas sekali," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Masuk Rumah Sa...
Advertisement
KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.