Libur Lebaran, Wisata Banten Diserbu 700 Ribu Pengunjung, Mayoritas dari Jabodetabek
📅 Sabtu, 28 Mar 2026, 07:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSERANG – Libur Lebaran 2026 benar-benar jadi momen yang ditunggu banyak orang untuk jalan-jalan. Sejumlah destinasi wisata mendadak ramai, dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati waktu libur bersama keluarga dan teman.
Suasananya terasa lebih hidup dari biasanya—mulai dari tempat wisata alam, pantai, hingga spot kuliner, semuanya ikut kebagian “ramai”.
Tawa pengunjung, antrean tiket, sampai deretan kendaraan yang datang silih berganti jadi pemandangan yang hampir seragam di banyak lokasi.
Bagi pelaku usaha wisata, momen ini jelas jadi berkah tersendiri. Sementara bagi para wisatawan, keramaian justru jadi bagian dari cerita liburan—sedikit padat, tapi tetap seru untuk dinikmati.
Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten mencatat tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi di daerah tersebut menembus angka 700 ribu orang yang didominasi berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), dengan mayoritas kunjungan memadati kawasan pesisir pantai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, di Serang, Jumat (27/3), mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi dari 60 persen data yang telah masuk melalui 110 titik pantauan hingga Kamis (26/3) malam.
"Paling banyak kawasan pantai, terutama di Sawarna, Bagedur, Pasir Putih, Florida, dan Carita. Wisatawan didominasi dari wilayah Jabodetabek, termasuk Bogor dan Tangerang," kata Eli.
Eli menjelaskan, lonjakan kunjungan tertinggi terjadi pada hari kedua dan ketiga masa libur (H+2 dan H+3). Meski sempat landai pada hari keempat, pihaknya memprediksi volume wisatawan akan kembali meningkat pada momentum akhir pekan, yakni tanggal 28-29 Maret.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk perbandingan total kunjungan secara keseluruhan dengan tahun sebelumnya, Dispar Banten masih menunggu data rampung pada tanggal 30 Maret mendatang.
Selama masa libur, Dispar Banten turut memantau sejumlah kendala dan insiden di lapangan. Keluhan terbanyak dari wisatawan meliputi kemacetan lalu lintas di titik-titik tertentu dan cuaca terik.
Selain itu, terdapat pula insiden kecelakaan laut ringan seperti wisatawan yang terkena karang, tersengat binatang laut, hingga beberapa pengunjung yang terseret ombak.
Terkait adanya keluhan keamanan dan kenyamanan pengunjung, seperti laporan kehilangan sepeda motor hingga praktik pedagang makanan yang mengecewakan wisatawan, Eli menegaskan bahwa hal tersebut menjadi evaluasi bersama untuk terus menggalakkan program sadar wisata di lingkungan masyarakat sekitar destinasi.
"Ini pekerjaan rumah (PR) kita bersama untuk mengedukasi masyarakat. Kalau pariwisata Banten ingin maju, tidak hanya sekadar destinasinya yang indah, tetapi harus didukung oleh kesadaran masyarakat seperti menjaga keramahtamahan dan tidak memaksa saat berjualan," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!