Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Perlu Didorong Ramai-ramai Membuat Biopori Guna Kurangi Dampak Banjir

25 Senin, 06 Apr 2026, 13:05 WIB | Oleh:
Warga Perlu Didorong Ramai-ramai Membuat Biopori Guna Kurangi Dampak Banjir Warga Perlu Didorong Ramai-ramai Membuat Biopori Guna Kurangi Dampak Banjir Doc: ist
Ket. biopori massal guna mencegah banjir

JAKARTA – Keberadaan biopori yang banyak bisa menekan banjir.Untuk itu, perlu pembuatan biopori massal. Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono, mengajak masyarakat berpartisipasi dalam upaya mencegah banjir di wilayah Jabodetabek dengan membuat biopori terutama untuk wilayah yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Biopori harus banyak, agar berdampak, sebab jika hanya sedikit tidak ada artinya.

Menurut keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin, Wamen LH/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz menyampaikan hal itu ketika menyerahkan bantuan unit biopori dan alat lubang biopori untuk 10 desa di Kecamatan Cisarua dalam rangka Hari Air Sedunia pada Minggu (5/4).

"Idealnya, setiap rumah harus punya unit biopori, supaya tidak ada genangan, dan air bisa langsung turun ke tanah, jadi ada keseimbangan air, dan mengurangi risiko banjir. Jadi sebaiknya setiap rumah tanam satu pohon dan lubang biopori," ujar Wamen Diaz.

Bantuan masing-masing 50 unit biopori untuk 10 desa di Kecamatan Cisarua itu diberikan mengingat wilayah tersebut merupakan bagian dari kawasan hulu DAS Ciliwung yang perlu dijaga keseimbangan airnya.

Wamen Diaz mengatakan bahwa menjaga keseimbangan air penting mengingat jumlah air bersih yang sangat sedikit. Karena itu dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di sumber air.

"Air bersih disini itu ditemukan di sungai dan danau, tapi jumlahnya makin lama makin sedikit karena banyaknya sampah, maka dari itu, kita harus jaga air ini," jelansya.

Selain itu, Wamen Diaz menjelaskan bahwa kelebihan air juga dapat menimbulkan dampak negatif sehingga penanaman lubang biopori menjadi penting.

"Jangan sampai kekurangan air dan juga kelebihan air, kalau kelebihan akan jadi banjir, maka kita harus menjaga keseimbangan air masuk dan air keluar," tambahnya.

Selain penyerahan unit biopori, dalam kesempatan itu Kementerian Lingkungan Hidup juga menyerahkan bibit pohon, tiga unit perahu karet, serta unit pipa biopori dan alat pembuat lubang biopori. Selanjutnya, dilakukan penanaman 1.500 pohon serta pembuatan sumur resapan di Agrowisata Gunung Mas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.