Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Perlu Didorong Ramai-ramai Membuat Biopori Guna Kurangi Dampak Banjir

📅 Senin, 06 Apr 2026, 13:05 WIB | Oleh:
Warga Perlu Didorong Ramai-ramai Membuat Biopori Guna Kurangi Dampak Banjir Doc: ist
Ket. biopori massal guna mencegah banjir

JAKARTA – Keberadaan biopori yang banyak bisa menekan banjir.Untuk itu, perlu pembuatan biopori massal. Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono, mengajak masyarakat berpartisipasi dalam upaya mencegah banjir di wilayah Jabodetabek dengan membuat biopori terutama untuk wilayah yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Biopori harus banyak, agar berdampak, sebab jika hanya sedikit tidak ada artinya.

Menurut keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin, Wamen LH/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz menyampaikan hal itu ketika menyerahkan bantuan unit biopori dan alat lubang biopori untuk 10 desa di Kecamatan Cisarua dalam rangka Hari Air Sedunia pada Minggu (5/4).

"Idealnya, setiap rumah harus punya unit biopori, supaya tidak ada genangan, dan air bisa langsung turun ke tanah, jadi ada keseimbangan air, dan mengurangi risiko banjir. Jadi sebaiknya setiap rumah tanam satu pohon dan lubang biopori," ujar Wamen Diaz.

Bantuan masing-masing 50 unit biopori untuk 10 desa di Kecamatan Cisarua itu diberikan mengingat wilayah tersebut merupakan bagian dari kawasan hulu DAS Ciliwung yang perlu dijaga keseimbangan airnya.

Wamen Diaz mengatakan bahwa menjaga keseimbangan air penting mengingat jumlah air bersih yang sangat sedikit. Karena itu dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di sumber air.

"Air bersih disini itu ditemukan di sungai dan danau, tapi jumlahnya makin lama makin sedikit karena banyaknya sampah, maka dari itu, kita harus jaga air ini," jelansya.

Selain itu, Wamen Diaz menjelaskan bahwa kelebihan air juga dapat menimbulkan dampak negatif sehingga penanaman lubang biopori menjadi penting.

"Jangan sampai kekurangan air dan juga kelebihan air, kalau kelebihan akan jadi banjir, maka kita harus menjaga keseimbangan air masuk dan air keluar," tambahnya.

Selain penyerahan unit biopori, dalam kesempatan itu Kementerian Lingkungan Hidup juga menyerahkan bibit pohon, tiga unit perahu karet, serta unit pipa biopori dan alat pembuat lubang biopori. Selanjutnya, dilakukan penanaman 1.500 pohon serta pembuatan sumur resapan di Agrowisata Gunung Mas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Keterangan Pers kasus penga...

Ziarah makam pahlawan di Surabaya

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Ziarah makam pahlawan di Su...

Gadai emas menjelang tahun ajaran baru

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Gadai emas menjelang tahun ...
Olahraga
Timnas Futsal U-17 Indonesi...

Tradisi pembuatan nasi jangkrik di Kudus

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan nasi jang...

Tambahan stok beras di Sumut

1 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Tambahan stok beras di Sumut
Megapolitan
Ruang publik Alun-alun Kabu...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 8
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.