Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Perintahkan Warganya Tinggalkan Iran, Tanda-tanda Bakal Lancarkan Serangan Menguat

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 18:25 WIB | Oleh:
AS Perintahkan Warganya Tinggalkan Iran, Tanda-tanda Bakal Lancarkan Serangan Menguat Doc: antara foto
Ket. Aksi protes anti pemerintah Iran.

WASHINGTON - Kedutaan Besar AS virtual untuk Iran memperingatkan warga Amerika pada Senin untuk segera meninggalkan negara itu menyusul kerusuhan yang terus meningkat.

"Tinggalkan Iran sekarang," kata kedutaan dalam peringatan keamanan, mendesak warga negaranya untuk merencanakan keberangkatan dari Iran tanpa bantuan dari pemerintah AS.

"Jika Anda tidak dapat pergi, carilah lokasi yang aman di dalam tempat tinggal Anda atau bangunan aman lainnya," tambah pernyataan itu.

Peringatan tersebut mendesak warga AS di Iran untuk mengantisipasi pemadaman internet yang berkelanjutan, merencanakan cara komunikasi alternatif, dan, "jika aman dapat mempertimbangkan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat ke Armenia atau Turki."

Sementara itu bagi, warga negara ganda AS-Iran harus meninggalkan Iran dengan paspor Iran, kata kedutaan, menambahkan bahwa pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan warga negara ganda hanya sebagai warga negara Iran.

"Menunjukkan paspor AS atau hubungan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan yang cukup bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang," katanya.

Menanggapi demonstrasi anti pemerintah yang semakin meningkat di Iran, pada Senin, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan tarif 25 persen bagi "semua" negara yang berbisnis dengan Iran.

Selain itu, Trump berulang kali mengancam akan menyerang Iran jika pihak berwenang di sana menggunakan kekuatan mematikan untuk menekan protes, namun ia juga menyatakan kesediaan untuk menjajaki kemungkinan diplomasi dengan Teheran.

Sejumlah laporan menunjukkan bahwa pada Senin, Trump mendapat pengarahan tentang beberapa opsi tindakan melawan Iran selain serangan udara militer konvensional.

CBS News melaporkan bahwa beragam instrumen militer dan operasi rahasia tersebut dapat mencakup opsi operasi siber serta kampanye psikologis untuk mengganggu struktur komando Iran, sistem komunikasi, dan media yang dikelola negara.

Mengutip dua pejabat Pentagon, stasiun televisi tersebut mengatakan operasi siber dan psikologis dapat dikerahkan secara terpisah atau bersamaan, meskipun keputusan akhir belum dibuat.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tim keamanan nasional Trump diperkirakan akan membahas opsi Iran terbaru di Gedung Putih pada Selasa (13/1).

Sebelumnya pada hari Minggu, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya memantau dengan cermat situasi di Iran dan sedang mempertimbangkan "opsi yang sangat kuat" karena jumlah korban tewas yang dilaporkan dalam protes yang sedang berlangsung terus meningkat.

"Kami akan membuat keputusan," kata Trump, menambahkan bahwa ia telah menerima laporan setiap jam tentang Iran, tanpa memberikan informasi tentang kapan, di mana, atau bagaimana AS akan bertindak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.