Pramono Anung Targetkan Revitalisasi Pasar Gardu Asem dan Kramat Jaya Rampung 2027
📅 Senin, 06 Apr 2026, 15:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai revitalisasi Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat dan pembangunan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar menata pasar rakyat agar lebih modern, tertata, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pasar tradisional tetap menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi warga. Karena itu, revitalisasi tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan dan pengalaman berbelanja.
"Jakarta akan terus merapikan pasar-pasar tradisional," ujarnya.
Saat ini, dari total 153 pasar yang dikelola, lebih dari 60 pasar telah menerapkan sistem pembayaran digital secara penuh. Transformasi ini dinilai penting untuk mendorong efisiensi transaksi sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pedagang maupun pembeli.
"Pasar menjadi lebih rapi, nyaman, dan aman," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Revitalisasi Pasar Gardu Asem dilakukan di atas lahan seluas 1.735 meter persegi. Sebanyak 79 pedagang eksisting direlokasi sementara ke Pasar Nangka Bungur selama proses pembangunan berlangsung.
"Relokasi ini bersifat sementara selama pembangunan," jelasnya.
Setelah rampung, Pasar Gardu Asem akan memiliki kapasitas 80 kios dan 128 los. Total sebanyak 208 pedagang akan ditampung dalam fasilitas baru yang lebih tertata dan representatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penataan zonasi pedagang akan dibuat lebih rapi," ujarnya.
Sementara itu, Pasar Kramat Jaya di Cilincing dibangun di atas lahan baru seluas 2.617 meter persegi. Pasar ini dirancang tidak hanya sebagai pusat ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat.
"Pasar ini akan dilengkapi fasilitas olahraga di lantai dua,” katanya.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menyebut kedua pasar akan dilengkapi fasilitas modern. Mulai dari musala, toilet termasuk untuk disabilitas, hingga sistem keamanan berbasis CCTV dan hydrant.
"Fasilitas disiapkan lengkap untuk mendukung kenyamanan," ujarnya.
Selain itu, pasar juga akan memiliki jaringan air PAM Jaya, ruang laktasi, area parkir, hingga panel surya sebagai bagian dari konsep ramah lingkungan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pasar tradisional di tengah persaingan dengan ritel modern.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!