Wagub Rano Apresiasi Pemprov DKI Jaga Taman Ismail Marzuki Jadi Ruang Publik Inklusif
📅 Minggu, 19 Jul 2026, 16:20 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya menjaga ruang-ruang publik agar tetap terbuka bagi masyarakat untuk berkumpul, berdiskusi, menyampaikan gagasan, serta memperkuat budaya demokrasi. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, terbuka, dan menghargai kebebasan berekspresi.
Penegasan itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat menghadiri kuliah umum bertajuk Jalan Buntu Reformasi di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7). Kegiatan tersebut dihadiri akademisi, sejarawan, aktivis, hingga ratusan mahasiswa dari berbagai daerah yang berdiskusi mengenai demokrasi, pembangunan, dan masa depan reformasi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Rano menyebut Taman Ismail Marzuki memiliki peran strategis sebagai ruang kebudayaan yang menjaga ingatan kolektif bangsa sekaligus menjadi tempat lahirnya berbagai gagasan kritis. Menurutnya, kota metropolitan seperti Jakarta membutuhkan ruang publik yang mampu mendorong dialog, kreativitas, dan partisipasi masyarakat.
"Komitmen kami jelas. Jakarta harus tetap menjadi kota tempat masyarakat bebas berkumpul, berpendapat, dan berdiskusi tanpa rasa takut. Taman Ismail Marzuki, kampus-kampus, serta ruang publik lainnya harus selalu terbuka bagi forum-forum diskusi ilmiah dan kritis," ujar Rano.
Selain menyoroti pentingnya keterbukaan ruang publik, Rano juga mengangkat kisah Si Doel sebagai gambaran perubahan sosial yang dialami masyarakat Jakarta. Ia menilai cerita tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi merepresentasikan perjuangan warga menghadapi modernisasi, penataan kota, hingga kebutuhan akan hunian yang layak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, pengalaman masyarakat dalam memperoleh pendidikan, pekerjaan, dan tempat tinggal harus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Ia menegaskan bahwa setiap program pemerintah harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
"Semangat kepedulian sosial harus hadir secara nyata dalam bentuk kebijakan, bukan sekadar pidato formal. Indikator keberhasilan setiap kebijakan di Jakarta adalah sejauh mana kebijakan tersebut mampu mempermudah dan memanusiakan kehidupan warga, terutama dalam aspek hunian, penataan kota, serta akses terhadap layanan dasar," tegasnya.
Menanggapi berbagai pandangan mengenai tantangan reformasi yang disampaikan Guru Besar Studi Asia University of Melbourne, Profesor Vedi R. Hadiz, Rano mengajak seluruh elemen masyarakat tetap optimistis menghadapi berbagai persoalan pembangunan. Ia menilai setiap tantangan selalu memiliki solusi apabila dibangun melalui kolaborasi dan dialog yang terbuka.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Orang Betawi memiliki ungkapan, 'Kalau jalan buntu jangan berhenti, cari gang, cari lorong'. Jakarta adalah kota seribu gang. Melalui ruang-ruang kecil yang humanis, warga berinteraksi dan berdiskusi. Dari sanalah solusi-solusi pragmatis untuk memajukan kota kerap lahir," katanya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan berbagai kalangan, termasuk Anggota DPR RI sekaligus sejarawan Bonnie Triyana dan perwakilan sejumlah organisasi masyarakat. Berbagai gagasan mengenai demokrasi, pembangunan, dan arah reformasi Indonesia menjadi pokok pembahasan sepanjang kegiatan tersebut.
Usai mengikuti kuliah umum, Rano meninjau Pameran Seni Kolaboratif bertajuk EVANESCENCE di Galeri Cipta 1, Taman Ismail Marzuki. Kunjungan itu menjadi bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap perkembangan seni rupa kontemporer sekaligus memperkuat fungsi TIM sebagai ruang kreativitas, ekspresi budaya, dan interaksi publik yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!