Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Gandeng BMKG Bangun Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara

📅 Sabtu, 06 Jun 2026, 15:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov DKI Gandeng BMKG Bangun Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara Doc: Pemprov DKI
Ket. Pemprov DKI bersama BMKG membahas persiapan penerapan sistem peringatan dini kualitas udara atau Early Warning System (EWS) di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempersiapkan sistem peringatan dini kualitas udara atau Early Warning System (EWS) untuk memprediksi polusi udara dengan lebih akurat.

"EWS kualitas udara ini kami siapkan sebagai instrumen pencegahan. Dengan mengetahui potensi kondisi kualitas udara beberapa hari ke depan, pemerintah dapat memperkuat langkah mitigasi yang diperlukan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi di Jakarta, Sabtu (6/6).

Pengembangan EWS kualitas udara itu merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov DKI dalam mengurangi dampak pencemaran udara dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan aktivitas dan melakukan langkah perlindungan diri sejak dini," ujar Dudi.

Menurut Dudi, keberadaan sistem peringatan dini itu dapat memberikan manfaat besar, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Kelompok tersebut, antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, seperti asma dan gangguan paru-paru lainnya.

Dengan adanya informasi prakiraan kualitas udara yang lebih akurat dan mudah diakses, kata Dudi, masyarakat dapat mengambil berbagai langkah preventif saat kualitas udara diperkirakan memburuk, di antaranya menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi aktivitas fisik di area terbuka, dan mengurangi paparan terhadap polusi udara yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Ke depan, dia berharap EWS kualitas udara dapat menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat Jakarta dalam memantau kondisi udara secara real time maupun prediktif.

Dengan dukungan teknologi SILAM Urban, sambung dia, warga akan memiliki akses terhadap informasi kualitas udara yang lebih rinci, akurat, dan mudah dipahami sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko pencemaran udara.

Sementara itu, Koordinator Sub Bidang Informatif Gas Rumah Kaca BMKG Albert C Nahas menjelaskan SILAM Urban dikembangkan menggunakan berbagai data inventori emisi lokal yang mencakup emisi sektoral maupun emisi polutan.

Melalui pendekatan tersebut, sistem dapat menghasilkan prakiraan kualitas udara yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi nyata di wilayah Jakarta.

Menurut Albert, informasi yang disediakan melalui SILAM Urban tidak hanya terbatas pada prakiraan kualitas udara secara umum.

Informasi yang dihasilkan itu mencakup enam jenis polutan utama, termasuk PM2.5. Melalui SILAM Urban, masyarakat dapat melihat peta kualitas udara per kecamatan di Jakarta, tren Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hingga tiga hari ke depan, dan kondisi meteorologi.

"Termasuk peringkat kecamatan berdasarkan kualitas udara, hingga grafik konsentrasi polutan yang memudahkan pemantauan kualitas udara sehari-hari," tutur Albert.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.