Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ESDM Kembangkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun, Siap Perkuat Ketahanan Energi

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
ESDM Kembangkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun, Siap Perkuat Ketahanan Energi Doc: Antara
Ket. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dalam acara pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (21/7).

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat terdapat 93 proyek inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen dengan nilai investasi mencapai Rp32 triliun.

“Kami saat ini punya 93 inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen yang proyek-proyeknya tersebar di seluruh Indonesia. Proyek-proyek ini melahirkan Rp32 triliun investasi yang akan kita kawal,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dalam acara pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (21/7).

Proyek tersebut, kata dia, sesuai dengan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menghadirkan proyek yang masuk ke konsep dedieselisasi.

“Misalnya nanti di Sumba, kami harapkan 2028 bisa COD (beroperasi),” ujar Eniya.

Selain itu, Eniya juga menyampaikan terdapat proyek di Pulau Rengit yang sudah bekerja sama dengan PLN untuk program dedieselisasi.

Proyek tersebut merupakan upaya pemerintah membuktikan konsep pemakaian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah terpencil dan menggunakan hidrogen sebagai penyimpanan energinya.

“Kami juga melihat Pertamina mulai memakai geotermal (panas bumi) untuk menghasilkan hidrogen yang sudah diinisiasi di Ulubelu,” kata Eniya.

Eniya meyakini pemanfaatan hidrogen dapat meningkatkan ketahanan energi Indonesia, dari yang semula berada di posisi tahan dengan nilai 7 dari 10, bisa menjadi semakin tahan dengan nilai 8 dari 10.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan pengembangan ekosistem hidrogen membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, industri, lembaga riset, perguruan tinggi, dan mitra internasional.

“Kami ingin menggali sumber energi dari kekuatan kita sendiri, tidak bergantung kepada orang lain,” ucap Eniya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga meluncurkan Pilot Bus Hidrogen Diesel Dual Fuel atau Bus H2 DDF, yang merupakan hasil modifikasi armada bus bermesin diesel milik Perum DAMRI menjadi kendaraan yang menggunakan kombinasi bahan bakar solar dan hidrogen.

Program ini menjadi langkah awal menuju penerapan transportasi hidrogen yang lebih rendah karbon dan berkelanjutan.

Pengembangan Bus H2 DDF bertujuan untuk mengurangi penggunaan BBM solar, menggantikan sebagian penggunaan solar dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, menurunkan emisi gas buang, membangun ekosistem transportasi hidrogen rendah karbon, serta mempersiapkan pengembangan kendaraan menuju tahap komersial.

“Ini nantinya bukan hanya di bus, melainkan mobil penumpang, dan juga drone atau alat angkat yaitu forklift, juga adanya kompor gas hidrogen,” kata Eniya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Proses Evakuasi Korban Ledakan Rumah di Medan

15 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Proses Evakuasi Korban Leda...
Nasional
DPR Tetapkan Hasil Seleksi ...
Nasional
Indonesia Berpotensi Jadi P...
Luar Negeri
Persaingan di LTS Bayangi P...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.