Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

135 Siswa dan Guru di Pondok Kelapa Jaktim Diduga Keracunan MBG

📅 Sabtu, 04 Apr 2026, 13:19 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Tadi mau dibawa ke puskesmas, tapi sudah penuh. Banyak yang sudah duluan datang dengan kondisi yang sama. Akhirnya banyak juga yang ke RSUD Duren Sawit," jelas Z.

Lebih lanjut, Z menjelaskan, informasi yang dia peroleh dari grup komunikasi orang tua murid menunjukkan bahwa kasus serupa tidak hanya terjadi di satu sekolah.

Selain SDN Pondok Kelapa 01, sejumlah sekolah lain juga terdampak.

Berdasarkan laporan sementara dari Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Jumat (3/4) pukul 11.18 WIB, jumlah korban diduga keracunan MBG mencapai 135 orang.

Rinciannya, di SDN Pondok Kelapa 09 sebanyak 33 siswa terdampak, tujuh di antaranya dirawat di RSUD Duren Sawit.

Lalu, di SDN Pondok Kelapa 01 sebanyak 37 siswa, di SDN Pondok Kelapa 07 ada 31 siswa dengan delapan di antaranya dirawat dan di SMAN 91 ada 34 orang terdiri dari 28 siswa dan 6 guru serta tenaga kependidikan.

"Dari total tersebut, sebanyak 15 orang dilaporkan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara sisanya menjalani rawat jalan," ucap Z.

Selain itu, Z mengungkapkan, kasus ini diduga melibatkan makanan dari penyedia yang sama, meskipun hingga kini belum ada kepastian mengenai identitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah-sekolah tersebut.

"Kita juga lagi telusuri ini dari mana SPPG-nya. Kemungkinan sama, karena sekolah lain juga kena. Tapi sampai sekarang belum ada penjelasan," ujar Z.

Z juga menyayangkan minimnya informasi resmi dari penyelenggara maupun sekolah kepada para orang tua.

Z mengaku komunikasi yang diterima sejauh ini hanya berfokus pada penanganan korban, tanpa menyentuh akar persoalan.

"Dari grup kelas, guru hanya menyampaikan supaya anak-anak segera dibawa ke rumah sakit, nanti didata. Terus juga dibilang jangan dikasih susu. Tapi soal penyebab atau menu, belum ada klarifikasi," kata Z.

Z meminta harus adanya keterbukaan dari pihak terkait, mengingat jumlah korban yang cukup besar dan melibatkan lebih dari satu sekolah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Sentimen Global Masih Domin...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.