Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

135 Siswa dan Guru di Pondok Kelapa Jaktim Diduga Keracunan MBG

📅 Sabtu, 04 Apr 2026, 13:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
135 Siswa dan Guru di Pondok Kelapa Jaktim Diduga Keracunan MBG Doc: Antara
Ket. Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima di SDN Pondok Kelapa 01, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (2/4/2026).

JAKARTA - Sedikitnya 135 siswa dan guru diduga keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Jaktim).

"Kami dapat informasi dari grup sekolah ada sekitar 135 siswa dan guru dari beberapa sekolah, diduga keracunan setelah makan MBG dari sekolah," kata salah satu orang tua siswa SDN Pondok Kelapa 01 berinisial Z saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (4/4).

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (2/4) sekitar pukul 11.00 WIB, bertepatan dengan waktu pembagian makanan kepada siswa.

Z menyebut, selama ini anak-anak cenderung tidak langsung memakan menu MBG yang umumnya berupa nasi.

Namun, menu spaghetti pada hari kejadian membuat banyak siswa tertarik untuk langsung mengonsumsinya di sekolah.

"Biasanya anak-anak kalau dapat nasi itu dibungkus, dibawa pulang, jarang dimakan di sekolah. Tapi kemarin karena menunya spaghetti, jadi banyak yang langsung makan di tempat," ujar Z.

Menurutnya, tidak hanya siswa, sebagian makanan juga dibawa pulang dan dikonsumsi oleh anggota keluarga.

Hal itu menyebabkan gejala serupa dialami oleh orang tua.

"Ada yang makan di rumah, orang tuanya juga ikut keracunan. Gejalanya rata-rata demam, pusing, bahkan ada yang paling parah yakni sesak napas," ucap Z.

Z menyebutkan, anaknya yang duduk di kelas 2B ini menjadi salah satu yang terdampak.

Meski tidak menghabiskan makanan yang diberikan, anaknya tetap mengalami gejala demam yang bertahan hingga saat ini.

"Anak saya makannya tidak habis, cuma sedikit. Tapi tetap kena, sekarang masih demam di rumah. Teman-temannya juga banyak yang muntah-berak (muntaber), diare, muntah," ungkap Z.

Kondisi semakin memprihatinkan ketika para orang tua berusaha mencari pertolongan medis.

Z menceritakan, Puskesmas Duren Sawit yang menjadi rujukan awal tidak mampu menampung lonjakan pasien.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

23 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.