Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Batam Mudahkan Nelayan Dapat BBM Subsidi lewat Tim Cakalang

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 15:27 WIB | Oleh:
Pemkot Batam Mudahkan Nelayan Dapat BBM Subsidi lewat Tim Cakalang Doc: ANTARA/Amandine Nadja
Ket. Nelayan Batam sedang mengisi formulir untuk membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) pada rangkaian layanan Tim Cakalang di Pulau Kasu Batam, Kepri, Selasa (22/9).

BATAM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), membentuk Tim Percepatan Administrasi Kapal Nelayan Gratis (Cakalang) untuk memudahkan nelayan dalam pengurusan administrasi kapal hingga rekomendasi pembelian BBM bersubsidi.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan pembentukan Tim Cakalang merupakan upaya pemerintah menyelesaikan persoalan administrasi yang selama ini menjadi kendala nelayan, khususnya dalam mendapatkan rekomendasi BBM bersubsidi.

“Yang terpenting hari ini adalah bagaimana kita dapat memudahkan nelayan untuk mendapatkan subsidi BBM ini. Tim Cakalang Insya Allah bekerja secara gratis dan all hours untuk melayani masyarakat nelayan supaya bisa langsung dapat surat rekomendasi BBM,” kata Amsakar di Pulau Kasu Batam, Selasa.

Menurut dia, pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan nelayan, termasuk membantu nelayan yang belum memiliki peralatan perikanan maupun yang belum mendapatkan rekomendasi BBM bersubsidi.

“Nelayan kita mendapat atensi serius oleh dinas dan DPRD Batam. Nelayan yang tidak ada mesin dibantu, nelayan yang belum mendapatkan rekomendasi BBM bersubsidi dibantu. Upaya memberdayakan seperti ini merupakan kerja sama pemerintah,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto mengatakan Tim Cakalang dibentuk karena proses pengurusan rekomendasi BBM subsidi masih membutuhkan sejumlah dokumen, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), e-BKP (Buku Kapal Perikanan) dari Pemerintah Provinsi Kepri, serta e-Pas Kecil dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Sebelumnya, nelayan harus mengurus e-Pas Kecil melalui KSOP, kemudian mengurus e-BKP di tingkat Provinsi Kepri sebelum dapat memperoleh surat rekomendasi BBM dari Dinas Perikanan Batam.

Kondisi tersebut menjadi kendala karena sebagian nelayan harus menempuh jarak cukup jauh untuk mengurus administrasi ke mainland Batam dari pulau.

“Yang punya surat rekomendasi itu baru 800-an, namun berdasarkan data kami, ada sekitar 7.224 unit kapal di Batam. Jadi baru sekitar 10-11 persen yang sudah mendapatkan surat rekomendasi,” kata Yudi.

Melalui Tim Cakalang, sejumlah instansi dilibatkan seperti KSOP Batam dan Tanjung Balai Karimun, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batam, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Dinas Perikanan Batam, serta lurah dan camat.

“Jadi kami lakukan jemput bola kepada masyarakat nelayan di beberapa titik untuk beberapa bulan kedepan. Kami merangkul instansi lain agar saat selesai bisa langsung terbit surat rekomendasi dan terhubung di XStar Pertamina,” katanya.

Pelayanan dijadwalkan enam kali di sejumlah wilayah, yakni Pulau Kasu, Pulau Terung, Pulau Buluh, Pulau Temoyong, Sembulang di kawasan Rempang Eco City, serta Galang Baru.

“Desember targetnya 1.500 surat rekomendasi yang diterbitkan, jadi double dari angka sekarang,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Mobil Ugal-ugalan Sasak Deretan Sepeda Motor di Kembangan

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Mobil Ugal-ugalan Sasak Der...
Daerah
ITS Kembangkan AI untuk Det...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Perbanyak PJU...
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.