TMMIN Optimistis Transformasi Budaya Kerja, Awal Baru Era Otomotif Hijau
📅 Jumat, 03 Apr 2026, 09:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Antara
JAKARTA-PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan upaya penghematan energi yang dijalankan pemerintah lewat kebijakan Transformasi Budaya Kerja, menjadi momentum penting untuk mempercepat inovasi di industri otomotif dalam menggunakan teknologi ramah lingkungan.
Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam ditemui di Jakarta, Kamis (2/4) menegaskan transformasi menuju kendaraan yang lebih efisien kini semakin nyata dan akan terus diperkuat melalui pengembangan berbagai teknologi.
Menurut Bob, pihaknya saat ini tengah mengakselerasi transformasi menuju produk yang lebih hemat energi, seiring dengan tuntutan efisiensi dan keberlanjutan, terutama di tengah tekanan global.
Ia menilai, setiap generasi kendaraan yang diproduksi terus mengalami peningkatan efisiensi yang signifikan.
“Kita harus mengakselerasi transformasi industri otomotif ke produk-produk yang lebih efisien. Walaupun sekarang setiap generasi juga diupayakan untuk peningkatan efisien,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mencontohkan, efisiensi kendaraan konvensional saat ini sudah mampu menyamai teknologi hybrid generasi awal. Bahkan, perkembangan teknologi hybrid juga semakin mendekati performa plug-in hybrid pada generasi sebelumnya.
“Misalnya Zenix ICE efisiensi energinya udah sama dengan Prius Hybrid generasi pertama. Jadi yang konvensional sekarang udah sama dengan Prius generasi pertama. Kemudian hybridnya Zenix ini udah sama dengan plug-in hybrid Prius generasi pertama,” jelasnya.
Bob menambahkan, transformasi menuju kendaraan yang lebih efisien sebenarnya sudah berlangsung, namun ke depan diharapkan akan semakin masif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menekankan pula pentingnya tidak bergantung pada satu teknologi saja, melainkan mengombinasikan berbagai solusi energi.
“Jadi sebenarnya sudah ada transformasi ke yang lebih efisien. Kita harap nanti akan lebih masif lagi, terutama bukan hanya tergantung satu teknologi tapi mungkin dua teknologi seperti hybrid dan etanol,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penggunaan etanol sebagai sumber energi alternatif juga memiliki dampak ekonomi yang luas, khususnya bagi sektor pertanian. Hal ini dinilai dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani sekaligus mendukung efisiensi energi.
“Itu juga bisa meningkatkan efisiensi. Kalau etanolnya dari produknya petani sekaligus juga meningkatkan nilai tukar petani,” ujarnya.
Ke depan, kombinasi teknologi dan sumber energi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kendaraan secara signifikan. Bob optimistis, inovasi yang terus berkembang akan mendorong efisiensi konsumsi energi menjadi lebih tinggi dibandingkan saat ini.
“Jadi kombinasi-kombinasi seperti inilah yang nanti kita coba kembangkan ke depan supaya kita lebih efisien lagi,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!