Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WFH Jilid Baru Disiapkan, Aktivitas Kantor Bersiap Berubah

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
WFH Jilid Baru Disiapkan, Aktivitas Kantor Bersiap Berubah Doc: ANTARA/Maria Cicilia Galuh
Ket. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto memberikan keterangan media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

JAKARTA – Penerapan work from home (WFH) menunjukkan perubahan pola kerja yang semakin mengandalkan fleksibilitas dan teknologi digital.

Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan karena dapat menekan biaya transportasi, konsumsi energi kantor, hingga waktu mobilitas pekerja.

Di sisi lain, WFH juga memberi peluang terciptanya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang lebih baik bagi sebagian pekerja.

Namun, efektivitas WFH sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital, budaya kerja, dan sistem pengawasan kinerja.

Tidak semua sektor dapat menerapkan pola kerja jarak jauh secara optimal, terutama pekerjaan yang membutuhkan interaksi langsung atau layanan fisik.

Karena itu, banyak perusahaan kini mulai mengarah pada sistem hybrid sebagai kompromi antara produktivitas, fleksibilitas, dan kebutuhan kolaborasi tatap muka.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah kebijakan ekonomi lanjutan, salah satunya penerapan work from home (WFH) untuk dua bulan ke depan.

Menurutnya, kebijakan ini dilakukan sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global pasca berakhirnya perang yang sempat mempengaruhi kondisi ekonomi dunia.

"Akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5).

Airlangga menjelaskan penerapan WFH untuk dua bulan ke depan merupakan bagian dari penyesuaian kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan.

Pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai insentif ekonomi guna mendorong aktivitas ekonomi nasional, khususnya pada kuartal II 2026.

Menurutnya, insentif tersebut disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas dunia usaha.

"Selain itu juga ada beberapa insentif yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah untuk mendorong agar ekonomi di kuartal kedua bisa bergerak," katanya.

Namun demikian, Airlangga belum merinci bentuk insentif yang akan diberikan pemerintah maupun sektor-sektor yang akan menjadi prioritas dalam kebijakan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.