Rinjani Menyulam Langkah Wisatawan
📅 Selasa, 31 Mar 2026, 16:32 WIB | Oleh: SujarPemerintah daerah dapat memanfaatkan retribusi pendakian untuk mendukung program konservasi, sementara masyarakat lokal diberdayakan melalui jasa porter, pemandu, dan usaha pariwisata pendukung.
Selain itu, pengalaman wisata di Rinjani perlu dikemas agar tetap edukatif. Festival Rinjani Begawe, dengan lomba video reels, pertunjukan seni, dan Putri Rinjani, bukan sekadar hiburan, tetapi sarana menumbuhkan kesadaran terhadap pelestarian alam dan budaya.
Wisatawan diajak memahami nilai-nilai ekowisata, termasuk pengelolaan sampah, keselamatan pendakian, dan penghargaan terhadap adat lokal. Ini menjadi penting karena pengalaman yang mendalam dan edukatif akan meningkatkan rasa tanggung jawab pengunjung terhadap lingkungan dan komunitas.
Keberlanjutan wisata Rinjani membutuhkan kolaborasi mulai dari pemerintah, pengelola, masyarakat lokal, dan wisatawan harus berada dalam satu kesadaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Investasi infrastruktur, teknologi, dan regulasi perlu sejalan dengan penguatan ekonomi lokal dan konservasi alam.
Dengan pendekatan ini, Rinjani tidak hanya menjadi ikon wisata Lombok, tetapi juga model pengelolaan ekowisata kelas dunia yang menginspirasi, edukatif, dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!