Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rinjani Menyulam Langkah Wisatawan

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 16:32 WIB | Oleh:
Rinjani Menyulam Langkah Wisatawan Doc: ANTARA/Ahmad Subaidi
Ket. Sejumlah pengunjung mendaki Bukit Pergasingan di Desa Wisata Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB, Minggu (6/4). Obyek wisata Bukit Pergasingan di ketinggian 1.670 mdpl itu menyuguhkan pemandangan alam Rinjani dan menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan.

MATARAM -- Kaki Gunung Rinjani di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), setiap musim libur selalu menjadi magnet bagi wisatawan domestik.

Saat libur Lebaran 2026 misalnya, kawasan ini dipadati pengunjung yang datang dari Jakarta, Bali, Sumbawa, hingga daerah lokal. Sejak tanggal 21 Maret, penginapan dan destinasi favorit seperti Bukit Pergasingan dan Bukit Anak Dara telah terisi penuh, bahkan sebagian penginapan mencatat full booked selama satu minggu.

Fenomena ini bukan hanya menunjukkan kerinduan masyarakat untuk menikmati liburan alam, tetapi juga menegaskan posisi Sembalun sebagai destinasi unggulan di NTB.

Kehadiran wisatawan tidak hanya sekadar angka statistik. Para pelaku usaha setempat menyebut bahwa lonjakan kunjungan berdampak signifikan terhadap perekonomian lokal.

Paket penginapan yang ditawarkan mulai Rp250.000 hingga Rp550.000, ditambah rencana pengembangan restoran dengan menu khas lokal, turut menambah daya tarik Sembalun sebagai destinasi keluarga.

Namun, lonjakan wisatawan juga menghadirkan tantangan nyata, terutama dari sisi keselamatan dan infrastruktur. Jalanan yang ramai dilintasi skuter dan sepeda listrik, misalnya, masih minim penerangan.

Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata harus selaras dengan penataan fisik wilayah agar pengalaman wisatawan tetap nyaman dan aman.

Menariknya, meski kunjungan domestik meningkat tajam, segmen wisatawan mancanegara menurun. Konflik global, seperti eskalasi ketegangan Timur Tengah, memengaruhi minat turis asing.

Hal ini membuka peluang bagi pengelola lokal untuk lebih fokus pada pasar domestik dan penguatan pengalaman wisata berbasis komunitas. Misalnya, pengembangan wahana keluarga, kereta gantung, dan fasilitas bermain anak bisa menjadi diferensiasi yang tidak hanya meningkatkan kepuasan wisatawan, tetapi juga mendorong loyalitas kunjungan di masa mendatang.

Menjaga Rinjani

Kawasan Gunung Rinjani bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga ekosistem yang rapuh. Statistik Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat, pada 2025, sampah pendakian mencapai 30,35 ton dari total kunjungan 80.214 orang.

Ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap lingkungan semakin nyata, seiring meningkatnya aktivitas pendakian dan wisata non-pendakian.

Di sisi lain, pendapatan dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kawasan Rinjani mencapai Rp25,92 miliar, dengan total perputaran ekonomi Rp182,05 miliar, menandakan ekowisata mampu menjadi sumber kesejahteraan lokal.

Untuk menyeimbangkan antara pengembangan wisata dan konservasi lingkungan, Geopark Rinjani mengusulkan pembangunan shelter sampah di jalur pendakian, terutama Sembalun dan Senaru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

54 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...

Remake 'The Blair Witch Project' Dijadwalkan Rilis Tahun 2027

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.