Kepala IEA: Ekonomi Global Berada di Bawah 'Ancaman Besar' Akibat Krisis Selat Hormuz
📅 Senin, 23 Mar 2026, 14:16 WIB | Oleh: Tim PenulisSYDNEY - Ekonomi global berada di bawah "ancaman besar" dari krisis energi yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah dan "tidak ada negara yang akan kebal" terhadap dampaknya, kata kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, Senin (23/3).
Berbicara di National Press Club di ibu kota Australia, Birol membandingkan krisis energi saat ini dengan krisis energi tahun 1970-an dan dampak invasi Russia ke Ukraina pada tahun 2022.
"Krisis ini, jika dilihat dari situasinya sekarang, adalah gabungan dari dua krisis minyak dan satu krisis gas," kata Birol.
"Ekonomi global saat ini menghadapi ancaman yang sangat besar, dan saya sangat berharap masalah ini dapat diselesaikan sesegera mungkin."
"Tidak ada negara yang akan kebal terhadap dampak krisis ini jika terus berlanjut ke arah ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya global."
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden AS Donald Trump dan Teheran telah mengeluarkan ancaman balasan saat perang memasuki minggu keempat, dengan presiden AS menuntut Iran membuka kembali Selat Hormuz yang diblokir, yang dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas dunia.
Kemacetan tersebut hampir menghentikan seluruh pengiriman minyak bumi melalui jalur air yang sempit itu.
Harga minyak kembali naik pada Senin pagi, dengan harga minyak mentah acuan AS sempat menyentuh angka $100 per barel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Birol mengatakan kepada media Australia bahwa setidaknya empat puluh aset energi di seluruh wilayah tersebut telah "rusak parah atau sangat parah" akibat konflik tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!