Harga Pangan Stabil Saat Ramadhan 1447 H, Kabapanas Pastikan Daya Beli Masyarakat Terjaga
📅 Minggu, 22 Mar 2026, 06:00 WIB | Oleh: Yebdi TrismarKepala Negara pun mengapresiasi hasil gotong royong tersebut sebagai sesuatu pekerjaan yang bagus nan apik.
"Dengan (adanya) perang (Timur Tengah), (kemungkinan) harga pangan bisa naik. Tapi saya mau tanya, ini bulan Ramadhan harga pangan (di dalam negeri) terkendali atau tidak? I think we are doing a good job," jawab Presiden saat menanggapi Najwa Shihab dalam tayangan video 'Presiden Prabowo Menjawab !!!' yang diunggah pada Kamis (19/3).
Indonesia sendiri telah bersiap sejak jauh hari untuk menghadapi kemungkinan gejolak yang datang dari luar. Sektor pangan, menurut Presiden Prabowo, merupakan salah satu esensi bangsa yang harus dijamin ketercukupannya. Sumber pangan pun harus dapat dipenuhi secara mandiri oleh bangsa Indonesia.
"Pertama itu kan pangan, makan. It's a basic need. Dan disitu saya lihat, common denominator, masalah yang asasi, selalu adalah pangan. Jadi itu yang mempengaruhi saya, sehingga saya lihat kalau kita ingin merdeka, kita harus jamin sumber pangan," ujar RI-1 saat berdiskusi dengan para pakar dan jurnalis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Prabowo turut mengungkapkan inspirasi dari visi swasembada pangan yang diusungnya selama ini. Ia mengaku tergerak dari langkah awal yang digagas Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno. Di awal kemerdekaan Indonesia, sektor pangan dan pertanian menjadi fokus pembangunan kala itu.
"Itu juga yang disampaikan oleh Bung Karno kan. Bung Karno begitu dia mimpin Indonesia baru merdeka, yang dia urus sebetulnya ya pangan, (dan) pertanian. Dia yang bikin IPB (Institut Pertanian Bogor). Dia yang selalu ngomong, the hungry stomach cannot wait," kata Presiden Prabowo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!