Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Terkait Transportasi Umum Belum Sepenuhnya Berhasil, Gubernur Pramono Ungkap Penyebabnya

📅 Rabu, 25 Feb 2026, 17:23 WIB | Oleh:
Kebijakan Terkait Transportasi Umum Belum Sepenuhnya Berhasil, Gubernur Pramono Ungkap Penyebabnya Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat wawancara khusus dengan ANTARA di Balai Kota, Rabu (25/2).

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut kebiasaan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi masih menjadi penyebab kebijakan terkait transportasi umum belum sepenuhnya berhasil.

“Problem utamanya adalah karena kebiasaan orang masih menggunakan transportasi pribadi, sehingga integrasi yang sudah dilakukan, menyangkut integrasi transportasi, visi, kebijakan, tarif, operasional supaya orang naik kendaraan umum itu belum sepenuhnya berhasil karena memang harus mengubah kebiasaan,” kata Pramono saat wawancara khusus dengan Antara di Balai Kota Jakarta, Rabu (25/2).

Kendati demikian, Pramono mengaku terus berupaya untuk mengubah kebiasaan tersebut dengan membuat berbagai kebijakan. Salah satunya adalah menggratiskan 15 golongan untuk menggunakan transportasi umum.

Selain itu, Pramono juga mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 6 tahun 2025 yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu.

Pramono juga membuat Transjabodetabek agar warga-warga wilayah penyangga yang bekerja di Jakarta bisa menggunakan transportasi umum.

“Dan itu terbukti bahwa dalam waktu satu tahun pemerintahan yang saya pimpin, ada kenaikan yang signifikan orang naik transportasi umum,” ungkapnya.

Dia menilai konektivitas transportasi di Jakarta sudah mencapai 92 persen. Namun, jumlah pengguna rutin transportasi umum di Jakarta masih berjumlah sekitar 23,6 persen karena masih ada warga yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi menuju halte atau stasiun terdekat lalu memarkirkan kendaraannya di "park and ride".

Pramono menginginkan agar masyarakat kelak bisa memiliki kebiasaan untuk menggunakan transportasi umum dari rumah masing-masing.

Dia juga berharap wilayah-wilayah penyangga juga bisa turut membangun fasilitas transportasi seperti halte yang nyaman. Dengan demikian, diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi umum.

Meski belum banyak masyarakat yang menggunakan transportasi umum, Pramono menilai kini kebiasaan masyarakat bertransportasi umum sudah kian tertib.

“Mudah-mudahan tawaran-tawaran transportasi yang murah, fasilitas bagus, ketepatan waktu juga penting. Itu akan membuat orang kemudian beralih menjadi menggunakan transportasi umum,” ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.