Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengais Rezeki di Stasiun Cirebon, mesti tak Merayakan Lebaran di Rumah

📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 22:10 WIB | Oleh:
Mengais Rezeki di Stasiun Cirebon, mesti tak Merayakan Lebaran di Rumah Doc: ANTARA/Fathnur Rohman.
Ket. ayus di antara kedatangan pemudik di Stasiun Cirebon, Jawa Barat.

Cirebon -- Kala banyak orang merayakan Lebaran di rumah bersama keluarga, suasana berbeda justru terlihat di Stasiun Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (21/3) siang.

Di tengah arus mudik yang terus mengalir, sejumlah pekerja tetap bertahan di stasiun, mencari rezeki dari ramainya aktivitas penumpang yang datang dan pergi.

Di tempat tersebut, Lebaran tidak selalu berarti pulang kampung atau berkumpul di meja makan bersama keluarga.

Bagi sebagian orang, hari raya justru dijalani sambil bekerja, memastikan perjalanan para penumpang berjalan lancar sekaligus berharap ada penghasilan yang bisa dibawa pulang.

Di sudut Stasiun Cirebon yang tak pernah benar-benar lengang, Ayus Warnoto (53) berdiri dengan sikap siaga.

Sorot matanya menyapu arus penumpang yang mengalir keluar dari gerbong. Tajam namun tenang, seakan sudah terlatih membaca siapa yang membutuhkan uluran tenaga.

Sesekali, pandangannya terpaut pada sosok yang kerepotan, koper besar diseret terbata atau tas bertumpuk di kedua tangan.

Begitu isyarat datang, entah lambaian kecil atau panggilan singkat, Ayus segera merespons.

Dengan gerak yang efisien dan nyaris refleks, ia mengangkat beban itu, lalu mengantarkannya hingga ke pelataran parkir atau mulut keluar stasiun.

Nyaris tiga dasawarsa ia menekuni pekerjaan ini. Hari-harinya dihabiskan di stasiun, menanti peluang yang datang tak menentu.

Bagi Ayus, profesi porter bukan kerja sambilan, namun sandaran hidup keluarga. Di balik kesederhanaannya, pekerjaan ini menuntut ketahanan fisik sekaligus kelapangan hati.

Pada hari-hari biasa, rezeki kerap berjalan tersendat. Ada kalanya ia hanya mendapat satu dua pelanggan, bahkan tak jarang pulang tanpa membawa hasil.

“Kalau belum rezeki, ya memang nggak ada,” ujarnya, lirih namun tanpa getir.

Upah yang diterima pun tak memiliki pakem. Lazimnya, penumpang memberi sekitar Rp20 ribu untuk sekali angkut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
Luar Negeri
AS Dukung Dialog Langsung a...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.