Jalur Sukabumi Macet 8 Jam, Tiba di Bandung Malah Gigit Jari: Curhat Pilu Pemudik Kehabisan Bus ke Majalaya
📅 Rabu, 25 Mar 2026, 01:50 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Ricky Prayoga
BANDUNG - Keterbatasan armada Bus Rapid Transit (BRT) relasi Leuwipanjang–Majalaya menjadi kendala utama bagi para pemudik yang tiba di Kota Bandung pada puncak arus balik Lebaran, Selasa (24/3).
Di tengah proyeksi pergerakan lebih dari 7.000 penumpang di Terminal Leuwipanjang, sejumlah pemudik mengaku kecewa karena layanan bus menuju Kabupaten Bandung tersebut sudah berhenti beroperasi sejak pukul 14.00 WIB. Kondisi ini memaksa warga yang baru saja menempuh perjalanan melelahkan dari arah Barat, seperti Sukabumi dan Cianjur, untuk mencari transportasi alternatif di luar terminal demi mencapai tujuan akhir mereka sebelum kembali bekerja.
Seperti yang terjadi pada Soleh (34) seorang pemudik yang ditemui di Terminal Leuwipanjang saat baru tiba bersama anak istrinya dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang mengaku kehabisan bus untuk melanjutkan perjalanan ke tempatnya mencari nafkah di Majalaya.
"Saya mau ke Majalaya, tapi ketika tiba di Leuwipanjang sini, bus ternyata sudah habis," kata Soleh yang ditemui saat tengah beristirahat di area terminal, Selasa.
Soleh mengaku agak sedikit kecewa dengan keadaan tersebut, karena setelah berjibaku dengan kemacetan di jalur Sukabumi menuju Bandung yang menghabiskan waktu sampai hampir delapan jam karena macet di jalur wisata Palabuhanratu dan daerah Cipatat sampai Padalarang, ternyata harus gigit jari karena bus ke Majalaya sudah tidak ada.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya berangkat dari Sukabumi jam 7 pagi dan tiba di sini sekitar pukul 14.30 WIB karena macet parah di jalur Palabuhanratu dan di sekitar Padalarang, tapi bus ke Majalaya sudah tidak ada. Saya mungkin akan cari alternatif angkutan lain," ujar karyawan salah satu pabrik tekstil tersebut.
Soleh mengatakan dirinya akan mencari alternatif angkutan ke Majalaya di sekitar Lapangan Tegalega Bandung, di mana kemungkinan ada bus atau elf menuju ke Majalaya.
Ditemui di kantornya, Kepala Terminal Leuwipanjang Asep Hidayat mengaku memang bus BRT ke Majalaya dari sana terakhir beroperasi sekitar pukul 13.00-14.00 WIB, dikarenakan armada yang terbatas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun Asep mengatakan ke depan, saat Terminal Cicaheum ditutup untuk jadi depo BRT dan area Selatan Terminal Leuwipanjang akan menjadi titik operasional plus depo BRT, armada ke Majalaya dan untuk tujuan lainnya akan ditambah.
"Jadi armadanya sedikit paling banyak enam unit, sehingga sampai jam 1 atau jam 2 siang. Armada tersebut yang mengelola provinsi. Nanti kalau BRT sudah optimal operasi di Bandung, armadanya akan bertambah," ucap Asep.
Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, memprediksi 7.000 lebih orang akan berangkat dari fasilitas tersebut pada puncak arus balik dalam periode Lebaran 2026 ini, Selasa.
"Di hari ini, diprediksi akan menjadi puncak arus balik dengan 6.000 sampai 7.000 penumpang yang berangkat, yang datang menurun tapi masih rame," kata Kepala Asep.
Asep mengungkap angka ini akan menjadi yang tertinggi dalam arus balik setelah peningkatan mulai terlihat pada Senin (23/3) kemarin yang tercatat ada 5.200 penumpang berangkat dengan menggunakan sekitar 200 bus.
"Tapi dari arah Barat itu sebenarnya masih ramai juga di mana terakhir tercatat ada 5.998 penumpang yang datang dengan 250 bus," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (6)
25 Mar 2026, 01:51 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas25 Mar 2026, 01:51 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas25 Mar 2026, 03:35 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas25 Mar 2026, 03:36 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas25 Mar 2026, 08:22 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas25 Mar 2026, 14:41 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!