Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Sinergi Nagari, BPJS Kesehatan, dan Perantau Pastikan Warga Berobat Tanpa Cemas Biaya.

31 Sabtu, 01 Agu 2026, 20:15 WIB | Oleh:
Sinergi Nagari, BPJS Kesehatan, dan Perantau Pastikan Warga Berobat Tanpa Cemas Biaya. Sinergi Nagari, BPJS Kesehatan, dan Perantau Pastikan Warga Berobat Tanpa Cemas Biaya. Doc: Antara Foto
Ket. Warga Nagari Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Aur Malintang Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar Darmawati duduk dikursi plastik disela rutinitas membelah buah pinang di teras rumah.

Petang belum beranjak, tetapi hari sudah terasa kelabu bagi Darmawati, perempuan paruh baya yang tinggal di pelosok Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Hampir setiap hari ia menggenggam erat lalu mengayunkan parang untuk membelah buah pinang, meski tenaganya terus terkuras oleh penyakit yang perlahan menggerogoti tubuhnya.

Di rumah yang dindingnya belum diplester itu, ia berjuang melawan penyakit yang memaksanya pulang kampung sekitar tiga tahun lalu dalam kondisi tubuh kurus dan sesekali batuk berdarah.

Di sela rutinitasnya, rasa lapar kembali menyerang, padahal baru dua jam sebelumnya ia menyantap sepiring nasi dengan lauk sisa semalam. Jantungnya berdebar, tubuhnya bergetar, dan keringat dingin membasahi pakaiannya. Gejala itu merupakan ciri khas hipoglikemia atau gula darah rendah.

Darmawati mengidap diabetes yang diketahui saat ia menjalani pengobatan tuberkulosis.

Ia memandang nanar sepeda motor yang sesekali melintas di depan rumahnya yang hanya berjarak beberapa meter dari jalan, sembari menunggu reaksi obat yang dibelinya di apotek beberapa pekan sebelumnya.

Berbagai obat herbal hingga pengobatan alternatif telah dicobanya, tetapi tidak ada yang membuahkan hasil. Bahkan, sebagian justru menimbulkan efek samping sehingga akhirnya ia menghentikan pengobatan tersebut.

Sayangnya, ia dan keluarganya belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), program perlindungan sosial yang diselenggarakan pemerintah melalui BPJS Kesehatan.

Kisah berbeda dialami Mina Sikumbang (60), penjaga kantin SMKN 1 IV Koto Aur Malintang. Tokoh adat bergelar Pamuncak Rajo Rangkayo Saradeyo itu pernah dihantui kekhawatiran setelah saudaranya dirawat di rumah sakit dan meninggal dunia beberapa hari kemudian. Keluarganya tidak mampu melunasi biaya pengobatan yang mencapai lebih dari Rp9 juta.

Selama ini Mina hanya berobat ke puskesmas. Namun, menurutnya, layanan tersebut sebatas penanganan awal.

Jika penyakitnya memerlukan penanganan lanjutan, ia harus dirujuk ke rumah sakit yang tentu membutuhkan biaya besar, sementara penghasilannya tidak mencukupi untuk menanggungnya.

Berbeda halnya jika terdaftar sebagai peserta JKN. Menurutnya, melalui program tersebut masyarakat tidak lagi dibayangi kekhawatiran akan biaya pengobatan.

Salah seorang tokoh perantau asal Kabupaten Padang Pariaman, H. Azwar Wahid (73), suaranya bergetar saat menceritakan kondisi kampung halamannya yang jauh dari pusat pemerintahan.

Menurutnya, letak geografis itulah yang membuat kampung halaman yang dicintainya kurang dikenal masyarakat luas dan relatif tertinggal dalam pembangunan.

Karena itu, tokoh yang akrab disapa Haji Sagi tersebut bersama para perantau lainnya selama ini aktif membantu pembangunan jalan, rumah ibadah, serta mendanai berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di kampung halaman.

Namun, ia merasa upaya tersebut belum benar-benar menyentuh persoalan paling mendasar yang dihadapi masyarakat, yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Pemkot Bekasi Segera Bangun "Flyover" Bulak Kapal

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Segera Bangun...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.